Fatayat dan GP Ansor Sawahan Klaten Gelar Pentas Seni Santri dan Mendongeng untuk Ukhuwah Antar-Ormas Islam
Selasa, 5 November 2024 | 11:00 WIB

Dokumentasi pada kegiatan Pentas Seni Santri Dan Mendongeng oleh Kak Amirudin di Balai Warga Sawahan setempat pada Ahad (3/10/2024). (Foto: Istimewa)
EKO PRIYANTO
Kontributor
Klaten, NU Online Jateng
Pimpinan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Ansor Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, menggelar Pentas Seni Santri Dan Mendongeng oleh Kak Amirudin di Balai Warga Sawahan setempat pada Ahad (3/10/2024).
Ketua panitia, Muhammad Yusuf dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa momen peringatan Hari Santri menjadi ajang untuk meneladani makna resolusi jihad dalam konteks kekinian.
“Hari Santri ini untuk meneladani perjuangan dan semangat resolusi jihad KH Hasyim As’ari. Melawan tentara sekutu meskipun kalah jumlah, kita tetap berjihad dengan nyawa, dan saat ini kita artikan dengan semangat belajar Al-Qur’an serta memperkuat silaturahmi antar-Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA),” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PR Fatayat NU Desa Sawahan, Indah Widyas Tuti Ningrum, yang juga penggagas awal kegiatan, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan ajang silaturahmi seluruh TPA se-Desa Sawahan.
“Kegiatan perdana ini menjadi acara untuk mempertemukan semua lembaga TPA di lingkungan Desa Sawahan tanpa membedakan golongan atau aliran keagamaan tertentu, seperti NU, Muhammadiyah, MTA, LDII, dan lainnya, yang bertujuan untuk bersatu dan hidup rukun tanpa kesenjangan,” ungkapnya.
“Pentas Seni Santri dan Mendongeng diikuti oleh kurang lebih 250 santriwan-santriwati yang berasal dari sembilan lembaga TPA, yaitu TPA Baiturahman, TPA Al-Hidayah, TPA Nurul Iman, TPA An-Nur, TPA Al-Kautsar, TPA Latansa, TPA Miftahul Janah, TPA Nurul Huda, dan TPA MTA,” jelasnya.
Lebih lanjut, Komandan Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kecamatan Juwiring, Abdul Azis, sebagai koordinator acara, menyampaikan bahwa ada beberapa rangkaian acara dalam Pentas Seni Santri dan Mendongeng.
“Pentas Seni Santri dan Mendongeng dimeriahkan dengan kreativitas santri, seperti pentas seni, pencak silat, hafalan surat, gerak lagu, shalawat, puisi, dan sambung ayat, serta di penghujung acara ada sesi mendongeng yang disampaikan oleh Kak Amirudin, yang lebih dikenal dengan sebutan Kak Amir,” pungkasnya.
Ia menambahkan, Pentas Seni Santri dan Mendongeng juga dimeriahkan dengan doorprize yang membuat para santriwan-santriwati TPA antusias, serta ada pengobatan dan cek kesehatan gratis oleh tim Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Juwiring yang dipimpin oleh dr. Purwaningsih.
Selanjutnya, mendongeng yang disampaikan oleh Kak Amir menanamkan pentingnya rajin sholat lima waktu sehari semalam, rajin mengaji Al-Qur’an setiap hari, rajin berangkat mengaji di TPA atau Madrasah Diniyah (Madin), rajin mendoakan orang tua, dan berakhlakul karimah.
Terpopuler
1
Amalan yang Dilakukan pada Malam Nisfu Sya’ban
2
Doa Mustajab di Malam Nisfu Sya’ban yang Dibaca Syekh Abdul Qadir Al-Jilani
3
Muslimat NU Rayakan Nisfu Syaban di Kongres Ke-18 dengan Pemberian Ijazah Amalan
4
Ketua Baru PR GP Ansor Karangasem Tegal Terpilih, Siap Wujudkan Pemuda Maju dan Berkhidmat
5
Mba Ela: Mengabdi, Berprestasi, dan Berbakti di Tengah Keterbatasan
6
Lakmud PAC IPNU-IPPNU Gebog: Bangun Kontinuitas Trilogi untuk Gebog Berdedikasi
Terkini
Lihat Semua