• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Nasional

SEMARAK RAMADHAN 1443 H

Ketum PBNU: Jadikan Ramadhan Momen Wujudkan Persatuan dan Perdamaian

Ketum PBNU: Jadikan Ramadhan Momen Wujudkan Persatuan dan Perdamaian
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf (Foto: Dok)
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf (Foto: Dok)

Yogyakarta, NU Online Jateng
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengingatkan kembali akan bahaya permusuhan dengan mengatasnamakan identitas. Terlebih di bulan Ramadhan ini, mestinya menjadi momentum untuk meningkatkan persatuan dan perdamaian.


“Saat ini adalah waktunya kita semua kembali berpikir tentang keselamatan peradaban bagi umat manusia seluruhnya dan bukan hanya bagi kepentingan-kepentingan eksklusif dari kelompok-kelompok identitas apapun yang kita merasa menjadi bagian darinya,” ungkap Gus Yahya, Senin (11/4) malam.


Disampaikan, pada ceramah tarawih yang disiarkan secara daring di Masjid Kampus UGM tersebut, konflik identitas sangat rawan memunculkan terjadinya fitnah. Ketika terjadi fitnah, tak jarang sesama manusia, bahkan sesama muslim sendiri terjadi permusuhan. 


“Dulu, dunia ini adalah rimba persaingan identitas yang diwarnai tidak hanya konflik ekonomi dan politik, tapi sampai kepada konflik militer, sehingga berpuncak pada dua perang besar yakni Perang Dunia I dan II,” paparnya.


Untuk itu, dalam ceramah bertajuk ‘Pembudayaan Sikap Tasamuh dan Ta'awun sebagai Modal Pembangunan Bangsa’ itu, ia mengajak di tengah kondisi keragaman bangsa ini, agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan.


“Mari kita hidup bersama-sama, di tengah dunia yang berpancaran damai dan sangat heterogen ini. Berdampingan dengan siapapun yang berbeda dengan damai, dengan menyepakati nilai-nilai yang memang dibutuhkan agar kita bisa hidup berdampingan secara damai,” ajaknya.


Adapun nilai-nilai yang dapat memperkuat persaudaraan, antara lain toleransi dan keadilan. “Karena kita tidak mungkin bisa berdampingan secara damai, kalau tidak toleran terhadap perbedaan-perbedaan,” ujar dia.


Begitu pula tidak mungkin tercipta kedamaian, kalau tidak ada keadilan. “Artinya tidak ada diskriminasi, penindasan, penjajahan. Ini adalah visi atau masa depan yang patut kita perjuangkan bersama,” tegasnya.


Di akhir ceramah, Gus Yahya berdoa agar semua diberi kemudahan untuk dapat meraup keberkahan bulan Ramadhan.


“Semoga di akhir Ramadhan, kita menjadi orang-orang yang berhak mendapatkan kegembiraan yang sejati, terlahir laksana bayi bahkan menjadi manusia-manusia yang lebih baik lagi,” pungkasnya.


Penulis: Ajie Najmuddin


Nasional Terbaru