• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 19 April 2024

Nasional

Kanwil Kemenag Jateng Tegaskan Doa Lintas Agama Pengamalan Pancasila

Kanwil Kemenag Jateng Tegaskan Doa Lintas Agama Pengamalan Pancasila
Kakanwil Kemenag Jateng H Mustain Ahmad (paling kiri)
Kakanwil Kemenag Jateng H Mustain Ahmad (paling kiri)

Semarang, NU Online Jateng
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng H Mustain Ahmad menegaskan bahwa acara Doa Lintas Agama merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan Pancasila.

 

"Doa Lintas Agama merupakan pengamalan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama ini menjiwai sila-sila yang lain, menjiwai suasana kehidupan kita yang beda keyakinan atau iman," ujarnya.

 

"Ini juga simbol kebersamaan, persatuan tanpa mengganggu akidah atau keyakinan keimanan masing-masing," tambahnya.

 

Ia menjelaskan hal ini pada acara Doa Lintas Agama yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang bertempat di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks perkantoran Pemprov Jateng, Kota Semarang, Jumat (22/1) malam. 

 

A'wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar mengatakan bahwa kegiatan semalam merupakan ikhtiar bersama atau permohonan kepada Allah Ta'ala, Tuhan YME dalam menghadapi ujian kehidupan.

 

"Kita mengadakan khataman Al-Qur'an sebagai bagian dari dzikir. Sebaik-baik dzikir adalah membaca Al-Qur'an, dilanjutkan jamaah shalat Isya' dan Istighatsah," tuturnya.

 

Adanya kebersamaan itu, ia berharap agama menjadi inspirasi dan semangat dalam membangun dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

"Kita berharap agar bahasa agama, suasana keagamaan, nilai-nilai keutamaan agama, pesan-pesan moral keagamaan bisa menjadi bahasa keseharian kita dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan bersama. Utamanya dalam menyamakan sikap dan langkah menghadapi pandemi Covid-19,” jelasnya.

 

“Harapannya, ketika tokoh-tokoh Agama dan umat beragama itu sendiri menyamakan langkah dan tekad untuk menguatkan ikhtiar yang kita jalani bersama," lanjutnya..

 

Terkait santunan, mantan Wakil Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jateng ini menyatakan hal itu sebagai bagian rasa kebersamaan simpati dan empati. Sedekah, menurutnya, selain dilakukan karena memikiki banyak keutamaan, namun hal yang penting lebih dari itu, yakni mengembangkan semangat bersedekah.

 

"Sedekah daf'ul balak, sedekah bisa menolak balak, menolak keburukan yang sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala," tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng KH Taslim Sahlan menyebut acara tersebut sebagai doa untuk keselamatan bangsa.

 

Ia melanjutkan bahwa kebersamaan dalam doa kebangsaan ini menarik dan lebih lengkap dari gelaran serupa yang pernah diadakan Pemprov Jateng. Ini (Doa Lintas Agama, -red) bukti bahwa para pemuka agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME telah mampu menjadi perekat, bukan penyekat.

 

"Masing-masing tokoh agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) diberi kesempatan untuk memimpin doa sesuai agama dan Kepercayaan masing masing. Doa diawali dari tokoh Penghayat Kepercayaan Trijaya. Secara berurutan dilanjut pemuka Konghuchu, Budha, Katholik, Hindu, Kristen, dan Islam," katanya.

 

"Ini salah satu wujud kedewasaan beragama. Tentu ini memantik semakin kuatnya kerukunan umat beragama di Jawa Tengah," imbuh Dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) ini.

 

Acara doa bersama lintas agama itu berlangsung sederhana dengan penerapan protokol yang sangat ketat. Tak lebih dari 50 orang yang mengikuti acara itu, sementara sisanya mengikuti dan juga berdoa di rumah dengan mengikuti tayangan yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi dan radio nasional.

 

 

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Editor: Hasan Fauzy


Nasional Terbaru