• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Nasional

Hijriah Menurut Ketua PWNU Jawa Tengah

Hijriah Menurut Ketua PWNU Jawa Tengah
Ketua PWNU Jateng KHM Muzamil (Foto: Dok)
Ketua PWNU Jateng KHM Muzamil (Foto: Dok)

Semarang, NU Online Jateng
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KHM Muzamil mengatakan, tugas sebagai seorang hamba adalah beribadah kepada Allah SWT, Al-Khaliq, Yang Maha Menciptakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw dan para sahabatnya. 


"Mengikuti Rasulullah Saw dan para sahabatnya adalah satu-satunya jalan ke arah cinta atau ridha-Nya. Mengikuti Rasulullah Saw dan para sahabatnya hakekatnya adalah mengikuti kehendak Allah Taala," ujarnya, Ahad (31/7/2022). 


Disampaikan, Rasulullah Saw bersabda 'barang siapa menuju Allah Taala dan Rasul-Nya maka ia akan sampai Kepada Allah Taala dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya menuju dunia maka ia akan mendapatkannya. 


"Atau jika menuju wanita yang dicintainya maka ia akan mendapatkannya. Hijrahnya seseorang menuju apa yang dikehendakinya," ungkapnya.


Menurutnya, bulan Muharram termasuk bulan yang dimuliakan. Momentum 1 Muharam ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra dimulai dari hijrahnya Rasulullah Saw dan para sahabatnya ke Yatsrib atau Madinah. 


"Rasulullah Saw berhijrah karena diperintahkan oleh Allah Taala. Nabi Muhammad Saw menetap di Makkah kurang lebih 13 tahun sejak menerima wahyu yang pertama di Gua Hira danan tinggal di Madinah sekitar 10 Tahun," terangnya.


Ayat-ayat suci Al-Qur'an atau wahyu yang diterimanya melalui Malaikat Jibril as di Makkah kebanyakan berisi tentang tauhid, mengesankan Allah Taala, tentang hubungan manusia dengan Tuhannya atau hablum minallah. Sedangkan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang turun di Madinah kebanyakan tentang hubungan manusia dengan sesamanya atau hablum minannas yang dilandasi dengan ilmu dan akhlaq yang terpuji. 


Momentum hijriah lanjutnya, merupakan kebangkitan umat Islam. Banyak peristiwa terdahulu yang menjadi pelajaran atau i'tibar bagi umat pada tanggal 10 bulan Muharram. 


"Di antaranya selamatnya Nabi Ibrahim as atas api yang dikobarkan Raja Namrud. Selamatnya Nabi Yunus as yang sekian lama berada di dalam perut ikan raksasa, selamatnya Nabi Nuh as atas musibah banjir, dan seterusnya," ungkapnya.


Karena itu Rasulullah Saw menganjurkan umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa sunah pada bulan Muharram, atau setidaknya puasa sunah tanggal 9 dan 10 atau tanggal 10 dan 11 Muharam, memperbanyak berdoa dan bersedekah. "Sedekah itu dapat menolak bala' atau musibah," tegasnya. 


Menurut mantan aktivis PMII jateng itu, tradisi yang berlangsung di Nusantara seperti membuat 'bubur suro' dan sebagainya seperti santunan, istighotsah, dan pengajian dapat dimaknai sebagai 'sedekah'. 


"Sedekah memiliki makna yang luas, bukan saja menyisihkan sebagian harta untuk dibelanjakan di jalan Allah SWT, melainkan juga menyingkirkan 'duri' di tengah jalan, mengucapkan salam kepada sesama, mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, istighfar, dan shalawat salam kepada Baginda Rasulullah Saw juga bagian dari sedekah," bebernya.


Diterankan, berdoa kepada Allah Taala merupakan bagian dari ibadah. Berdoa merupakan suatu pengakuan akan kelemahan yang ada pada dirinya, sehingga manusia membutuhkan perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT. "Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang mau bersyukur, amin," pungkasnya.


Pengirim: Insan Al-Huda


Nasional Terbaru