• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Taushiyah

Puasa Asyura, Kita lebih Berhak

Puasa Asyura, Kita lebih Berhak
Foto: Ilustrasi (pcnusumenep online)
Foto: Ilustrasi (pcnusumenep online)

Di Bulan Muharram, tepatnya pada tanggal 10 muharam Rasulullah saw melihat orang-orang yahudi sedang berpuasa, lalu Rasulullah saw bertanya "ada apa kalian berpuasa di hari ini (asyura)?".


Orang-orang Yahudi menjawab "hari ini (asyura) adalah hari yang sangat berharga bagi kami, karena di hari asyura ini Nabi Musa AS diselamatkan dari kejaran Firaun, dan di hari (asyura) ini pula Nabi Musa AS melintasi lautan dengan selamat sedangkan Firaun terjerembab lalu tenggelam. 

   
Rasulullah saw lalu bersabda "aku lebih berhak merayakan peristiwa yang dialami oleh Nabi Musa AS daripada kalian dan aku yang melanjutkan tugas kenabian dari nabi-nabi terdahulu."

   
Puasa asyura bukan sekadar merayakan hari keberuntungan bagi Nabi Musa AS, akan tetapi siapapun orangnya yang  melakukan puasa di hari keberuntungan ini akan dipahalai dengan pahala yang sangat memikat.


Hadits nabi :


وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ


Artinya: 
Nabi shallallahu alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, "Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)


Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri


Taushiyah Terbaru