• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Regional

SMK Al-Maarif Demak Pintu Strategis Kerja di Jepang

SMK Al-Maarif Demak Pintu Strategis Kerja di Jepang
Misbakhul Munif (Foto: Dok)
Misbakhul Munif (Foto: Dok)

Demak, NU Online Jateng
Saat pertama kali menginjakkan kaki di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Maarif Demak seorang anak bernama Misbakhul Munif mungkin tidak pernah terpikirkan bahwa akan bisa bekerja jauh di negeri seberang.


Karena mencari kerja di negeri sendiri saja bukan perkara gampang, namun dengan perjuangan yang tak kenal lelah putra dari pasangan Toha dan Sunaryati yang lahir 10 Desember 1998 lalu saat ini benar-benar sudah menikmati bagaimana rasanya bisa mengikuti proses magang di Jepang.


Berbekal ijazah dari Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Al-Maarif Demak yang diterimanya tahun 2017 kemarin melalui seleksi BKK SMK Al-Maarif Demak yang memang sudah bekerja sama dengan LPK Wali Machi Gakkou di kota yang sama akhirnya terbayar sudah mimpinya bekerja di salah satu perusahaan yang bertempat di Prefektur Ishikawa yaitu Achiai Tekkin Kougyou, Jepang.


Kepada NU Online Jateng, Rabu (21/9/2022) Misbakhul Munif mengatakan, perlu tekad dan semangat yang kuat untuk bekerja di negeri orang dan SMK Al-Maarif Demak pintu tepat untuk bekerja di luar negeri.


“Selama kita masih punya tekad yang terpelihara dalam semangat, maka tiada kata terlambat untuk memulai sebuah awal yang baru,” ucapnya.


Diceritakan, sebenarnya keberangkatan dirinya magang di Jepang ada sedikit keterlambatan dari jadwal semula karena kondisi pandemi Covid-19. Namun demikian, dirinya tetap bersyukur akhirnya tetap bisa berangkat, apalagi dengan gaji yang diterima per bulannya sebesar 170 ribu yen atau sekitar Rp19 juta.


"keterlambatan kita ambil hikmahnya dan terbayarkan dengan gambaran gaji yang akan diterimanya, setidaknya 170 ribu yen atau sekitar 19 juta rupiah per bulan sudah terbayang di tangannya saat ini," terangnya.


Disampaikan, meski SMK Al-Maarif Demak memberikan syarat minimal tinggi badan 155 cm, tidak buta warna, tidak bertindik, dan tidak bertato dalam seleksi penerimaan peserta didik. 


"Bahkan beberapa poin tersebut juga disyaratkan dalam penerimaan pemagangan di Jepang dan itu juga yang menjadi pertimbangan ketika SMK Al-Maarif membuat perubahan kurikulum dan menjadikan Budaya Kerja Jepang sebagai salah satu acuan budaya sekolah di luar kearifan lokal Aswaja," ucapnya.


Menurutnya, SMK Al-Maarif Demak sebagai salah satu ujung tombak LP Ma'arif NU berkomitmen selalu menciptakan inovasi-inovasi untuk meningkatkan mutu lulusannya. "Sepenggal cerita saya di atas mungkin baru sedikit contoh dari banyak keberhasilan yang saat ini diupayakan," pungkasnya.


Pengirim: Zaenal Mubaroq
 


Regional Terbaru