• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Regional

Rabithah Alawiyah: Beda Pilihan dalam Pemilu Harus Bisa Kuatkan Ikatan Persatuan

Rabithah Alawiyah: Beda Pilihan dalam Pemilu Harus Bisa Kuatkan Ikatan Persatuan
Ketua DPW Rabitha Alawiyan Kateng/DIY Habib Abu Bakar Alatas (Foto: berkeadilan.com)
Ketua DPW Rabitha Alawiyan Kateng/DIY Habib Abu Bakar Alatas (Foto: berkeadilan.com)

Semarang, NU Online Jateng
Perbedaan pilihan dalam pemilihan umum (Pemilu) atau pesta demokrasi adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat dihindari. Karena itu beda pilihan seharusnya bisa menguatkan persatuan antar-komponen bangsa.


Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Rabithah Alawiyah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Habib Abu Bakar Al-Attas mengatakan, kalau semuanya saling menghormati keniscayaan itu, maka perbedaan yang ada tidak akan memicu perpecahan atau pembelahan.


"Tetapi justru sebaliknya, perbedaan pilihan dalam pemilu akan semakin menguatkan ikatan persatuan bangsa Indonesia. Karena sejak dulu kita didesain untuk bersatu karena berangkatnya dari berbagai perbedaan itu," kata Habib Aang panggilan akrabnya di Semarang, Ahad (11/2/2024).


Disampaikan, terkait dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilu, Rabithah Alawiyah Jateng mengajak masyarakat dalam masa hari tenang ini agar bertafakur untuk menentukan pilihan, siapa kontestan yang akan dipilih saat berada di dalam bilik suara atau TPS. 


"Di bilik suara TPS itu diharapkan semuanya menggunakan hak pilih dengan baik dan merdeka tanpa paksaan sesuai dengan nurani dan jujur sesuai dengan hasil perenungannya," ujarnya.


Ditambahkan, di sisi lain penyelenggara pemilu dari atas sampai bawah harus memberikan layanan kepada para pemilik suara dengan jujur dan adil, maka akan tercipta pesta demokrasi yang bersih, jujur, adil dan menggembirakan semua.


Hasil akhir, siapapun yang paling tinggi suaranya mesti harus dihormati sebagai pemenang, dan paska pemilu semuanya kembali beraktifitas sebagaimana biasa. "Semoga dari pemilu 2024 ini akan lahir pemimpin yang terpilih dan terbaik untuk bangsa," ucapnya.


Pengamat politik UIN Walisongo Semarang Nur Syamsudin mengatakan persaingan ketat antar kubu-kubu yang selama masa kampanye berkompetisi harus sudah diakhiri saat memasuki hari tenang.


"Masa tenang hendaknya digunakan untuk merenung sebelum menjatuhkan pilihan, jangan sebaliknya untuk berkampanye," pungkasnya.


Penulis: Samsul Huda


Regional Terbaru