• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 12 April 2024

Regional

Pesan Ketua Ansor Pekalongan Ke Peserta PKD Petungkriono 

Pesan Ketua Ansor Pekalongan Ke Peserta PKD Petungkriono 
Kegiatan PKD Ansor Petungkriono, Kabupaten Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/Umam)
Kegiatan PKD Ansor Petungkriono, Kabupaten Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/Umam)

Pekalongan, NU Online Jateng
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pekalongan H Muhammad Sholahuddin memberikan tiga pesan penting kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor Petungkriono.


“Pertama, jangan lupa bersyukur atas takdir sekaligus nikmat yang telah kita dapat sahabat. Takdir yang saya maksud di sini adalah keadaan di mana kita semua ditakdirkan lahir dalam keadaan Islam, berpaham ahlussunnah wal jamaah dan menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama (NU). Tentu hal tersebut adalah sebuah kenikmatan yang harus kita syukuri,” jelas Gus Sholah sapaan akrabnya.


Hal itu disampaikan saat upacara penutupan dan pembaiatan peserta PKD ke-3 Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Petungkriono bertempat di Gedung Biru Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan, Ahad (28/8/2022). 


Menurutnya, rasa syukur atas nikmat tersebut haruslah dibuktikan dengan tindakan konkret. “Setelah panjenengan pulang, jangan lupa untuk sungkem kepada kedua orang tua, ucapkan terima kasih karena telah menjadi perantara atas datangnya nikmat tersebut,” ujarnya.


Tidak berhenti sampai di situ lanjutnya Gus Sholah, pembuktian lain yang harus dilakukan atas rasa syukur tersebut adalah dengan ikut berjuang menyebarkan paham Aswaja An-Nahdliyah itu sendiri.


“Yang kedua, jika kita merasa bersyukur atas nikmat Islam aswaja tersebut, maka kita harus ikut berjuang membentengi dan menyebarkan paham aswaja," ucapnya. 





Oleh karena itu sambungnya, keaktifan kita semua di Ansor nantinya akan menjadi bukti konkret perjuangan kita. Buktikan bahwa panjenengan mampu aktif di Ansor dalam rangka menjaga eksistensi paham aswaja.


Dikatakan bahwa setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan. “Yang ketiga, perjuangan kita di Ansor tidaklah mudah. Karena yang namanya berjuang itu harus ada yang dikorbankan. Lalu apa yang harus kita korbankan untuk Ansor?”, tanya Gus Sholah. Ia melanjutkan, banyak hal yang harus dikorbankan di antaranya waktu, materi, dan ide. 


“Waktu untuk aktif di organisasi, materi untuk menunjang kebutuhan organisasi dan ide atau gagasan untuk kemajuan organisasi. Berjuanglah semampu kita, sesuai dengan porsi kita masing-masing, tidak perlu dipaksakan namun harus tetap dimaksimalkan,” tegasnya.


Kepada NU Online Jateng, Selasa (30/8/2022) Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan M Rifda Ujza menjelaskan, PKD Petungkriono merupakan PKD dengan peserta terbanyak di Kabupaten Pekalongan.


“Data awal ketika screening menunjukkan jumlah peserta yang mendaftar untuk PKD ini sebanyak 130 orang. Kemudian ketika pelaksanaan ada 116 peserta yang hadir. Dengan jumlah peserta sebanyak itu, maka bisa dikatakan PKD Petungkriono kali ini merupakan PKD dengan jumlah peserta terbanyak selama periode kepemimpinan Gus Sholah,” ungkapnya.


Ia melanjutkan, selain utusan dari PAC Petungkriono, beberapa peserta juga merupakan utusan dari PAC Buaran. “Beberapa peserta adalah utusan dari PAC Buaran, namun tentu yang paling banyak adalah utusan dari tuan rumah yakni PAC Petungkriono,” pungkasnya.


Kontributor: Muhammad Khoirul Umam


Regional Terbaru