NU Online

PBNU Imbau PWNU dan PCNU Jaga Ketenangan Masyarakat di Tengah Eskalasi Aksi Massa

Ahad, 31 Agustus 2025 | 15:28 WIB

PBNU Imbau PWNU dan PCNU Jaga Ketenangan Masyarakat di Tengah Eskalasi Aksi Massa

Ilustrasi PBNU. (Foto: NU Online/Suwitno)

Semarang, NU Online Jateng

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau seluruh jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia untuk aktif menjaga ketenangan masyarakat di tengah meningkatnya eskalasi aksi massa di berbagai daerah belakangan ini.


Arahan tersebut tertuang dalam surat resmi PBNU bernomor 4381/PB.01/A.II.08.47/99/08/2025 yang ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, serta Sekretaris Jenderal H Saifullah Yusuf.


PBNU menegaskan pentingnya meneguhkan kepercayaan dan loyalitas kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud komitmen kebangsaan NU.


"Seluruh jajaran pengurus wilayah dan cabang diminta berperan aktif menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," demikian isi surat tersebut.


Selain itu, PBNU meminta seluruh struktur NU di daerah memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait untuk meredakan potensi masalah di lapangan. Konsolidasi internal organisasi juga ditekankan agar warga NU tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memicu kegaduhan.


Dalam instruksinya, PBNU memerintahkan warga, kader, dan pengurus NU agar tidak terlibat dalam tindakan perusakan maupun perbuatan yang mengganggu ketertiban umum.


Sebagai ikhtiar spiritual, PBNU mengajak warga memperbanyak istighatsah, baik secara bersama maupun pribadi, memohon pertolongan Allah SWT agar bangsa Indonesia tetap berada dalam lindungan-Nya.


PBNU menegaskan pentingnya ketenangan di tengah situasi nasional yang sedang diuji, sekaligus mengajak seluruh warga nahdliyin mengedepankan kedamaian, ketertiban, dan doa demi keselamatan bangsa.