• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 4 Desember 2022

Nasional

PCINU Jerman Peringati Maulidurrasul dengan 3 Bahasa

PCINU Jerman Peringati Maulidurrasul dengan 3 Bahasa
Foto: Ilustrasi (nu online)
Foto: Ilustrasi (nu online)

Jakarta, NU Online Jateng
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Munchen dihadiri 120 orang anggota NU di Landsbergerstraße di pusat Kota Munchen pada Ahad (2/10/2022).


Mereka berasal dari berbagai kota di Jerman seperti Munchen, Berlin, Bremen, Frankfurt, Stuttgart, Karlsruhe, Aachen. Bahkan, acara juga dihadiri warga NU dari negara luar Jerman yakni Austria. Selain itu juga ikut hadir warga Jerman dan anak-anak kelahiran Jerman yang menjadi keluarga besar NU.


Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia. Selain itu juga upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme khususnya bagi anak-anak diaspora yang lahir dan besar di Jerman.


Ketua PCINU Jerman M Rodlin Billah dalam siaran persnya ke NU Online Jateng, Selasa (4/10/2022) mengatakan, peringatan maulid 1444 H terasa lebih istimewa. Pasalnya, meski yang hadir mayoritas warga Indonesia, akan tetapi pihaknya membaca kitab Barzanji dalam 3 bahasa.


“Untuk memberikan pemahaman tentang lagu tersebut, pembawa acara dr Ika Damayanti Puasa (nahdliyin yang menjadi dokter di Jerman) menerjemahkannya dalam Bahasa Jerman sehingga anak-anak dan warga Jerman yang hadir menjadi paham,” ujarnya.


Dikatakan, sebagaimana tradisi di Indonesia, peringatan maulid nabi di Jerman diisi pepmbacaan maulid Barzanji dengan iringan rebana. Pembacaan barzanji dipimpin Rais PCINU KH Syaeful Fatah dan Ketua PCINU Jerman Muhammad Rodlin Billah.



Jajaran PCINU Jerman (Foto: Istimewa)

Pembicara peringatan maulid Habib Husein Alkaf dari Berlin menjelaskan terhadap makna bacaan-bacaan tersebut dalam Bahasa Indonesia dan dilanjutkan dengan Bahasa Jerman. Pembacaan Maulid Barzanji dalam Bahasa Arab dan kemudian dijelaskan dalam bahasa Indonesia dan Jerman dimaksudkan agar sejarah Nabi Muhammad dan nilai-nilai yang diajarkan dalam bacaan Maulid tersebut lebih mudah dipahami.


Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNNU) Jerman Wahid Abdulrahman menjelaskan, penerjemahan sengaja dilakukan agar mudah dipahami makna syair-syair dalam kitab Barzanji.


“Ini sengaja kami lakukan penerjemahan agar syair-syair yang berisi sejarah dan pujian kepada Nabi Muhammad dalam bacaan Maulid Berzanji tidak saja merdu untuk didengarkan namun juga dapat diketahui dan dimengerti dengan mudah melalui Bahasa Indonesia dan Jerman,” terangnya.
 

Konsultat Jenderal RI di Frankfurt Acep Somantri yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa peringatan maulid sebagaimana tradisi di Indonesia sangat tepat untuk dilanjutkan dan dikembangkan di Jerman sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan Islam moderat yang menjadi nilai lebih Islam di Indonesia. 


"Peringatan Maulidurrasul menjadi momentum untuk mempelajari sejarah sekaligus meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW sebagai rujukan umat Islam hidup di Jerman," pungkasnya. (*)
 


Nasional Terbaru