• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Minggu, 14 Agustus 2022

Nasional

NU Jateng: Pengurus NU di Semua Tingkatan Harus Bersinergi

NU Jateng: Pengurus NU di Semua Tingkatan Harus Bersinergi
Kegiatan sosialisasi hasil Konbes NU bertempat di PCNU Demak (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)
Kegiatan sosialisasi hasil Konbes NU bertempat di PCNU Demak (Foto: NU Online Jateng/Insan Al-Huda)

Demak, NU Online Jateng
Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng KH Munib Abdul Muchid menyampaikan, pengurus NU di semua tingkatan tidak akan dapat bekerja sendiri, melainkan harus menjalankan khidmah sebagai tim yang solid. 


"Ibarat tim kesebelasan atau sepak bola, maka khidmah pada Jamiyah NU harus memiliki tata kelola dan kerja sama semua komponen dengan baik", ujarnya dalam seminar wawasan kebangsaan dan sosialisasi hasil Konbes yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Demak di kantornya Jalan Sultan Fatah Bintoro Demak, Sabtu (25/6).


Oleh karena itu lanjutnya, sinergitas menjadi sangat penting baik dalam penyusunan dan realisasi program maupun berbagai kebijakan yang dikeluarkan, sehingga NU maju dan kompak satu komando.


"Jangan sampai antara PBNU hingga ranting tidak padu dan kompak. Ibarat musik orkresta jika padu dan kompak, maka musik itu bisa dinimati. Demikian pula di NU harus kompak dan bersinergi," tegasnya.


Ketua PWNU Jateng HM Muzamil menyampaikan, Konferensi Besar (Konbes) yang diselenggarakan PBNU pada tanggal 20-22 Mei di Jakarta telah memutuskan 19 peraturan perkumpulan atau perkum Jamiyah NU sebagai penjabaran dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU. 


"Ke-19 perkum ini wajib dilakukan dan dilaksanakan oleh pengurus mulai PBNU hingga pengurus Anak Ranting NU di seluruh Indonesia. Bahkan juga dunia karena PCINU di luar negeri juga berkewajiban menjalankannya dengan baik," ujarnya.





Dijelaskan, perkum tersebut menyesuaikan hasil Muktamar ke-34 di Lampung yang sebelumnya disebut sebagai peraturan organisasi (PO) dan setelah Muktamar ke-34 disebut perkum.


"Terdapat tiga hal mendasar dari perkum tersebut. Pertama, tentang integrasi kaderisasi di NU dan badan otonom serta lembaga-lembaga NU. Kedua tentang standarisasi pengukuran kinerja pengurus. Dan ketiga tentang permusyawaratan perkumpulan NU mulai dari Muktamar hingga musyawarah Anak Ranting," terangnya.


Oleh karena itu, pihaknya berharap agar dalam berkhidmat seluruh jajaran pengurus berkhidmat dengan sepenuh hati semata-mata mengikuti kepemimpinan ulama karena Allah Taala. "Kalau kita bukan ikut ulama maka siapa lagi kita akan mengikuti," ucap Kiai Muzamil.


Ketua PCNU Kabupaten Demak KH Aminuddin menjelaskan, acara seminar dan sosialiasi wawasan kebangsaan ini diselenggarakan dua tahap karena kalau dilakukan serentak tentu tidak akan muat karena jumlah ranting NU sebanyak 272.


"Sebenarnya wawasan kebangsaan para kiai sudah tidak diragukan karena para pendiri NU ikut serta memperjuangkan berdirinya NKRI. "Kalau kita tidak waspada maka kita bisa kecolongan," pungkasnya.


Pengirim: Insan Al-Huda


Nasional Terbaru