• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 23 Mei 2024

Madrasah

Belajar Bahasa Inggris di Madrasah Itu Menyenangkan

Belajar Bahasa Inggris di Madrasah Itu Menyenangkan
Kegiatan kursus kilat bahasa inggris di MAS Simbangkulon, Buaran, Kabupaten Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/M Ngisom Al-Barony)
Kegiatan kursus kilat bahasa inggris di MAS Simbangkulon, Buaran, Kabupaten Pekalongan (Foto: NU Online Jateng/M Ngisom Al-Barony)

Pekalongan, NU Online Jateng
Untuk meningkatkan kemampuan pelajar dalam berbahasa Inggris, Madrasah Aliyah Salafiyah (MAS) Simbangkulon, Buaran, Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan dengan tema 'Studying With Native Speaker' menggandeng Easy Course Demak dengan rangkaian acara diawali 'Meet and Greet with Native Speaker'.


Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari Ahad dan Senin (12-13/5/2024) diikuti delegasi siswa kelas X dan XI dengan total peserta sebanyak 83 siswa dengan rincian 35 pelajar putra dan 48 pelajar putri dengan kelas terpisah.


Kepala MAS Simbangkulon KH Muslikh Khudlori mengatakan, kegiatan pembelajaran kilat bahasa inggris untuk memberikan motivasi kepada siswa bahwa belajar bahasa inggris itu sangat menyenangkan.


"Sebagai bahasa internasional, bahasa inggris menjadi kebutuhan bagi siswa untuk mempelajarinya. Pasalnya, dalam hubungan personal antarbangsa, bahasa inggrislah yang akan digunakan. Maka kami melakukan penjajakan sejauh mana kemampuan bahasa yang telah dipelajari siswa dibangku sekolah," ujarnya.


Kiai Muslikh yang baru saja terpilih sebagai Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan untuk ketiga kalinya berharap, para peserta bisa memanfaatkan kursus kilat untuk belajar banyak dengan narasumber bagaimana cara berkomunikasi dengan baik dan benar.


Guru Bahasa Inggris MAS Simbangkulon Noor Hayati kepada NU Online Jateng menjelaskan, kerja sama dengan Easy Course Demak di mana tutornya berasal dari Rusia dan Sudan yang saat ini sedang kuliah di Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai uji coba untuk penjajakan kerja sama berikutnya.
 


"Alhamdulillah, peserta yang merupakan pilihan dari masing-masing kelas sangat antusias mengikuti kegiatan kursus kilat bahasa inggris," terangnya.


Menurutnya, pada saat ini dan yang akan datang, kompetensi berkomunikasi dalam bahasa Inggris merupakan sebuah keharusan bagi output pendidikan madrasah. Dengan demikian lanjutnya, mereka diharapkan mampu memahami dan mengekplor pengetahuan secara global.


"Kurikulum merdeka mengamanatkan, output pendidikan madrasah nantinya siap terjun ke dunia sesungguhnya. Oleh karenanya, Menteri Pendidikan Nadim Makarim bersiap menginstruksikan bahwa Bahasa Inggris nantinya akan diwajibkan di sekolah mulai tingkat dasar," ucapnya.


Sebagai madrasah aliyah swasta terbesar di kabupaten Pekalongan lanjutnya, pihaknya berupaya untuk mewujudkannya. Bukan tanpa alasan, hal ini sebenarnya juga sejalan dengan salah satu visi misi MAS Simbangkulon yakni output pendidikan mampu berbahasa Arab dan Inggris.


"Demi memotivasi dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik, MAS Simbangkulon menggandeng Easy Course Demak mendatangkan native speaker," jelasnya.


Salah satu peserta kursus kilat Nabila Aulia Zahra kelas 11 IPA-2 mengaku senang berkesempatan mengikuti kursus kilat agar dapat memperluas pengetahuan bahasa inggris khususnya sehingga bisa menambah pengalaman.


"Tentu kami berharap ada tindak lanjut dari pihak sekolah dengan menggelar kursus bahasa inggris secara intensif terutama bagi pelajar MAS Simbangkulon yang ingin memperdalam bahasa inggris," pungkasnya.


Penulis: M Ngisom Al-Barony


Madrasah Terbaru