• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Jumat, 7 Oktober 2022

Regional

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Demak: Ziarah Kubur Bukan untuk Mengkultuskan  

Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Demak: Ziarah Kubur Bukan untuk Mengkultuskan  
Keluarga besar Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Demak gelar ziarah ke makam aulia (Foto: NU Online Jateng/Ben Zabidy)
Keluarga besar Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Demak gelar ziarah ke makam aulia (Foto: NU Online Jateng/Ben Zabidy)

Demak, NU Online Jateng
Menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama (NU), keluarga besar Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Demak laksanakan ziarah ke makam para tokoh dan ulama perintis penyebar Islam. 


Kegiatan ziarah, berdzikir, dan berdoa bersama ke makam ulama diikuti oleh segenap dewan asatidz dan pengurus pesantren pada Selasa (1/2) dimulai dari makam Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro Batang), makam Syekh Habib Ahmad Al-Atthas Sapuro Pekalongan, makam Syekh Maulana Syamsuddin Pemalang, dan diakhiri di makam Syekh Dimyati Comal Pemalang.


Pengasuh Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Umi Hj Nadhiroh Ma’shum menyampaikan bahwa ziarah ulama merupakan salah satu rutinitas yang dilakukan Pesantren Al-Badriyyah Mranggen. Di mana mereka berziarah ke makam-makam para alim ulama dan orang shaleh. Hal ini bukanlah berarti mengkultuskan mereka, namun untuk mengambil hikmah dari sejarah kehidupan mereka. 


“Selain itu juga mencontoh suri tauladan akhlak para ulama dan orang-orang yang shaleh. Karena hakikatnya ziarah ke makam anbiya, auliya, dan sulaha adalah berharap mendapat syafaat amal kebaikan yang terus mengalir,” jelasnya.


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Demak KH Ahmad Ghozali Ihsan yang ikut dalam rombongan menjelaskan, ziarah kubur merupakan tradisi dan amalan yang dianjurkan dalam agama Islam. 


"Ada banyak hikmah yang dipetik dalam ziarah kubur ini antara lain mengingat kematian, mendoakan leluhur sebagai bentuk birrul walidain. Juga sebagai momentum untuk mawas diri dan menambah semangat mengembangkan perjuangan ulama terdahulu," terangnya.


Menurutnya, ziarah ke makam para ulama, selain sebagai bentuk tabaruk juga berharap agar kita semua nanti di padang mahsyar satu rombongan dengan mereka.


Mewakili para asatidz KH Muhammad Hafidz Al Ma’zi kepada NU Online Jateng, Kamis (3/2) mengungkapkan, selain ziarah kegiatan ini juga sebagai napak tilas perjuangan ulama. Ia menegaskan pentingnya bagi warga NU khususnya seorang santri untuk senantiasa takzim dan taat kepada guru, agama dan negara.


“Santri wajib mencintai kiai, ulama, dan juga NKRI. Di samping itu,  di masa-masa zaman yg penuh fitnah ini, santri hendaklah menjadi peredam dan solusi penyelesaian permasalahan problematika umat, khususnya di bidang akhlak dan mental,” pungkasnya.


Pengirim: Ben Zabidy
Editor: M Ngisom Al-Barony


Regional Terbaru