• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Senin, 17 Juni 2024

Regional

Ketua PWNU Jateng Tegaskan NU Harus Bisa Berbaris

Ketua PWNU Jateng Tegaskan NU Harus Bisa Berbaris
Kegiatan Konfercab NU Kebumen di Pesantren Al-Kahfi Sumolangu (Foto: NU Online Jateng/Syarif Hidayat)
Kegiatan Konfercab NU Kebumen di Pesantren Al-Kahfi Sumolangu (Foto: NU Online Jateng/Syarif Hidayat)

Kebumen, NU Online Jateng 
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan, bahwa NU bukanlah kerumunan. Untuk menghilangkan kesan bahwa NU merupakan sebuah kerumunan, maka NU harus bisa berbaris. 


"NU menjadi organisasi yang besar dan terlihat besar, banyak dan terlihat banyak. Jangan sampai besar tapi terlihat kecil, banyak tapi terlihat sedikit. Oleh karena itu supaya banyak terlihat banyak dan besar terlihat besar, maka kemudian kita harus keluar dari satu kesan yang selama ini ada, bahwa NU itu bukan kerumunan, NU harus bisa berbaris," tegasnya


Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XV Nahdlatul Ulama NU Kabupaten Kebumen di Pesantren Al-Kahfi Somalangu, Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Sabtu (25/05/2024).


Disampaikan, orang berbaris walaupun sedikit akan tampak besar, meskipun belum sarapan tapi akan terlihat kuat. Oleh karenanya, NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia harus mampu berbaris. Untuk bisa berbaris maka perlu adanya komando. 


"Kita perlu berangkat dari satu kesadaran bahwa anak ranting itu harus tegak lurus dengan ranting, ranting harus tegak lurus kepada MWC, MWC harus tegak lurus kepada PCNU, PCNU harus tegak lurus kepada PWNU, dan PWNU harus tegak lurus kepada PBNU," ucapnya.


Menurut Gus Rozin panggilan akrabnya, salah satu syarat untuk bisa berbaris dan terlihat kuat adalah kenyang. Dalam konteks NU, kenyang itu sendiri berarti mandiri. Dalam hal ini, NU harus mandiri, berdiri di kaki sendiri dan tidak tergantung kepada orang lain. 


"Insyaallah komitmen PWNU, pemberdayaan kepada MWC-MWC seluruh Jawa Tengah secara bertahap akan kami lakukan," janjinya.
 

KH Afifuddin (kiri) dan H Imam Satibi (kanan) terpilih sebagai Rais dan Ketua PCNU Kebumen masa khidmah 2024-2029 (Foto: Syarif Hidayat)


Ketua PCNU Kebumen masa khidmah 2018-2023 KH Dawamudin Masdar menyampaikan terima kasih atas komitmen atau perhatian bupati terhadap PCNU Kebumen. Menurutnya support pemda terhadap NU sangat luar biasa, dan patut diapresiasi.


"Kami sampaikan terima kasih kepada bapak bupati yang sudah memberikan perhatian yang luar biasa untuk kemajuan NU di Kebumen. Bantuan yang diberikan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Alhamdulillah," ujarnya kepada NU Online Jateng, Senin (27/5/2024).


Dawam menjelaskan, pembangunan gedung PCNU Kebumen juga berkat bantuan hibah dari pemerintah daerah yang diperjuangkan oleh bupati Arif. Dirinya berharap, PCNU dan Pemda bisa terus bersinergi dalam mengisi pembangunan di Kebumen. 


"Kemarin, saat ini, dan seterusnya, kita harap sinergitas PCNU dengan pemda bisa terus berjalan bersama untuk Kebumen yang lebih baik," harapnya. 


Gus Afif dan Imam Satibi Terpilih Pimpin NU Kebumen 2024-2029


Pengasuh Pesantren Al-Kahfi, Somalangu, Kebumen KH Afifudin Chanif Al-Hasani atau yang lebih akrab disapa Gus Afif dan Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi terpilih sebagai Rais dan ketua PCNU Kebumen masa khidmah 2024-2029.


Gus Afif terpilih dalam sidang Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) terdiri dari 5 kiai hasil usulan 26 MWCNU se-Kabupaten Kebumen. Pada sidang pemilihan Ahwa terjaring usulan 18 kiai. Dari 18 kiai dipilih 5 kiai dengan suara terbanyak.


5 kiai AHWA terpilih, yakni KH Afifudin Chanif Al-Hasani dengan 26 suara, KH Nasrulloh 19, KH Bachri As'ari 16, KH Masdar Alifudin 15, dan KH Ahmad Buchori 15 suara. Hasil Sidang AHWA kemudian dikukuhkan dalam Sidang Pleno AHWA yang dipimpin PBNU dan PWNU Jawa Tengah.


Sementara itu, Imam Satibi terpilih menjadi Ketua PCNU Kebumen masa khidmah 2024-2029. Rektor Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen itu berhasil menyisihkan calon lain dalam satu putaran. 


Kontributor: Syarif Hidayat


Regional Terbaru