• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Kamis, 30 Juni 2022

Regional

Haul Mbah Depok Semarang Diwarnai dengan Kirab Merah Putih

Haul Mbah Depok Semarang Diwarnai dengan Kirab Merah Putih
Waki Kota Semarang lepas peserta kirab merah putih di Haul Mbah Depok (Foto: NU Online Jateng/Rifqi Hidayat)
Waki Kota Semarang lepas peserta kirab merah putih di Haul Mbah Depok (Foto: NU Online Jateng/Rifqi Hidayat)

Semarang, NU Online Jateng
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, Kota Semarang sangat beruntung karena pernah menjadi tempat tinggal orang luar biasa. Ia maksudkan orang luar biasa adalah para wali Allah yang menjadi penyebar agama Islam di Kota Semarang. 


Wali Kota menyebut nama Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya atau Mbah Depok, Habib Hasan bin Thoha bin Yahya atau Syaikh Kramatjati, dan KH Shaleh Darat atau Mbah Sholeh Darat yang makamnya ada di Kota Semarang.


"Alhamdulillah setelah 2 (dua) tahun kita off-kan karena pandemi Covid, Kirab Merah Putih dalam rangka haul Habib Thoha bin Yahya bisa dilaksanakan kembali," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat diwawancarai sejumlah awak media seusai Apel Kebangsaan dalam rangka Haul Mbah Depok di halaman Balaikota Semarang, Selasa (18/5) pagi.


Menurutnya, Mbah Depok adalah salah satu tokoh agama yang juga sebagai pejuang memerangi Portugis waktu itu sekaligus menyampaikan syiar-syiar agama Islam. "Jadi menurut saya beruntunglah Semarang ini karena ternyata dalam perjalanan sejarah ini dilewati atau ditinggali beberapa tokoh yang luar biasa, Bib Thoha, Bib Hasan termasuk Mbah Sholeh. Insyaallah ini membawa keberkahan dan karomah untuk seluruh masyarakat kota Semarang," ujarnya.


Wali Kota yang akrab dengan nama panggilan Hendi ini juga mengakui hal yang istimewa dari setiap kegiatan yang digelar oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya. Yakni melibatkan semua golongan dan agama sehingga kegiatan keagamaan menjadi bernuansa nasionalis tanpa membedakan suku, ras, agama, etnis maupun golongan.


"Yang luar biasa penggagas acara Kirab Merah Putih ini Habib Luthfi. Beliau dalam setiap Kirab Merah putih tidak hanya menunjukkan sebagai sebuah pengakuan terhadap satu agama tapi semua dilibatkan," ucapnya.


Tokoh lintas agama yang Hendi sebut antara lain tokoh agama Kristen, Katholik, Budha dan para kiai yang mengikuti kirab dan apel, "Itu menunjukkan bahwa situasi di Semarang ini benar-benar harmoni. Satu dengan yang lain mengakui perbedaan itu sebagai kekuatan bangsa ini," ungkapnya.


Dia pun menilai Habib Luthfi memberikan pesan nasionalis dari seorang tokoh agama yang berjasa dalam perjuangan melawan bangsa penjajah. "Habib Thoha ini seorang pejuang bangsa yang melakukan syiar-syiar Islam dengan baik. Artinya haul ini mempertegas kepada kita semuanya, terutama masyarakat kota Semarang dan masyarakat Indonesia bahwa zaman dulupun tokoh agama juga memerangi penjajah," pungkasnya.


Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat


Regional Terbaru