• logo nu online
Home Warta Nasional Keislaman Regional Opini Kiai NU Menjawab Dinamika Taushiyah Obituari Fragmen Tokoh Sosok Mitra
Sabtu, 24 Februari 2024

Keislaman

Khutbah Jumat: Usaha Mudah dengan Hasil Melimpah Menurut Al-Qur'an

Khutbah Jumat: Usaha Mudah dengan Hasil Melimpah Menurut Al-Qur'an
Ilustrasi (NU Online)
Ilustrasi (NU Online)

Khutbah I

 

   اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمُ

 

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Kemarin adalah kenangan. Besok adalah misteri, dan  sekarang kita sedang mengukir sejarah. Ukirlah sejarah yang baik agar bisa kita kenang di masa yang akan datang dengan senyuman. 
Kita tidak bisa mendapatkan kepastian terhadap apa yang akan terjadi besok hari, namun kita bisa memohon kepada Allah agar diberikan bimbingan dan kemudahan dalam menjalani rencana-rencana yang akan kita laksanakan. 

 

Kunci untuk mendapatkan bimbingan dan kemudahan tersebut adalah bertaqwa kepada Allah swt, yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala laranga-Nya sebagaimana yang Allah swt arahkan kepada kita di dalam al-Qur’an: 

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا إِنْ تَتَّقُوا اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّكُمْ فُرْقَانًا وَّيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ  

 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.”  (QS: al-Anfal: 29)

 

Maka dari itu, marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah swt agar kita selalu dan terus mendapat bimbingan dari Allah swt dalam segala rencana dan tindakan yang kita lakukan. 

 

Jika kita adalah seorang pekerja, kita berharap mendapat upah yang tinggi. Jika kita seorang pejabat, kita ingin kedudukan yang nyaman dan leluasa.  Jika kita seorang pedagang, kita ingin mendapat keuntungan yang berlimpah. Allah swt menjelaskan bagaimana seharusnya seseorang berbuat untuk mendapat keuntungan yang banyak di sisi-Nya, maka disebutkan di dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman: 

 

إِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَأَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَأَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ

 

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.” (QS: Fathir: 29)


Hadirin jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah 

Ada 3 golongan orang yang perbuatannya tidak akan pernah rugi dan bernilai tinggi balasannya di sisi Allah swt, yaitu: Pertama, orang yang membaca al-Qur’an. Sejatinya Al-Qur’an adalah untuk dibaca dan juga membaca Al-Qur'an dianggap sebagai ibadah maka ketika membacanya akan diberikan pahala oleh Allah swt. 

 

Pahala yang diberikan bukan tiap kalimat yang dibaca melaikan tiap huruf di dalam Al-Qur’an itu dinilai sebagai kebaikan dan setiap kebaikan senilai 10 kebaikan. Nabi Muhammad saw pernah menjelaskan: 


لَا أَقُوْلُ: الٓمٓ حَرفٌ بل أَلِفٌ حَرْفٌ، وَاللَّامُ حَرْفٌ، وَاْلِميْمُ حَرْفٌ، وَاْلحَرْفُ لَهُ حَسَنَةٌ، وَاْلحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.  

 

Artinya: “Aku tidak katakana alim lam mim itu satu huruf melainkan alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. Satu huruf memiliki satu kebaikan dan kebaikan tersebut bernilai sepuluh kalinya”. (HR. Tirmidzi)

 

Selain bernilai pahala, membaca Al-Qur’an juga merupakan obat bagi para pembacanya, agar hatinya menjadi tenang tidak gelisah. Diterangkan di dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman: 


ياَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ 

 

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57) 

 

Maka marilah kita baca Al-Qur’an setiap hari agar hati kita tenang.  Jangan kita habiskan waktu untuk membaca status di media sosial sedang kita melupakan kitab suci kita sendiri yang harus dibaca. Maka ini sungguh sebuah kerugian yang nyata. Jika kita bisa bermain di media sosial selama 30 menit, mengapa tidak bisa kita gunakan juga untuk membaca kalam-kalam Allah swt? 
Selain itu, Allah perintahkan kita umat Islam membaca Al-Qur’an dengan agar kita bisa berdialog dengan Allah swt setiap saat bukan hanya di dalam shalat. Semakin sering kita membaca Al-Qur’an, maka semakin dekat pula hubungan kita dengan Allah swt.  Jika sudah dekat maka apa yang kita inginkan akan segera dikabulkan Allah swt.

 

Mari kita berkhidmat kepada Al-Qur’an dengan cara kita masing-masing; bisa dengan membaca, bertadabur, menulis Al-Qur’an, dsb. Semua itu dilakukan agar ikatan kita dengan Allah bertambah dekat melalui Al-Qur’an. 

 

Kedua, orang yang mendirikan shalat. Bagaimana tidak untung, shalat yang diperintahkan untuk kita kerjakan 5 kali sehari adalah sebuah penghambaan kita kepada Allah swt serta di dalamnya ada tempat dan doa yang didengar langsung oleh Allah swt, yaitu ketika sujud dan doa ketika duduk di antara dua sujud. 

 

Jadi jangan sia-siakan shalat yang sudah Allah wajibkan kepada kita. Kita tidak tenang mungkin karena kita jarang shalat, atau sudah shalat namun belum bisa sempurna. Dekatkanlah diri kita kepada Allah swt maka senantiasa Allah turunkan anugerahnya. 


Apapun profesi kita, jangan pernah kita meninggalkan shalat karena shalat adalah tiang agama dan merupakan ibadah pertama yang akan dihitung di hari kiamat. Jika dia baik maka seluruh amalnya menjadi baik, dan jika rusak maka seluruh amalnya menjadi rusak. Mungkin kita adalah orang terhormat di masyarakat tapi jika kita tidak shalat maka kita rendah dan hina di mata Allah. Boleh jadi kita mulia di mata Allah, maka Allah akan membuat manusia memuliakan kita. Oleh karena itu mulia dan hina sejatinya adalah di mata Allah bukan di mata manusia. 

 

Ketiga, orang yang bersedekah. Ada orang yang Allah gerakan hatinya untuk suka memberi atau bersedekah. Ada juga orang yang sulit untuk memberikan walau secuil dari hartanya. Namun demikian perlu kita ingat baik-baik bahwa banyak faedah yang didapatkan ketika seseorang dengan ikhlas dan lapang memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Di antara faedah-faedah itu  adalah: 

 

1. Didoakan langsung oleh malaikat Allah 

 

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَا مِنْ يَوْمٍ يُصبِحُ العِبادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا. متفق عليه 

 

Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda: ‘tidaklah hamba-hamba di waktu pagi kecuali dua malaikat turun, salah satu dari keduanya berkata: ya Allah berikanlah orang yang berinfaq sebuah pengganti, dan salah satu lainnya berkata: ya Allah berikanlah orang yang menahan itu sebuah kehancuran”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Disinilah anjuran agar kita dapat mengeluarkan sebagian dari rejeki yang  kita miliki kepada orang yang memerlukan setiap hari.  Tidak harus dengan nominal yang tinggi. Yang terpenting kita  mengeluarkannya dengan penuh keikhlasan. Hal seperti ini akan menjadi ladang pahala untuk orang-orang yang selalu peduli kepada orang lain. 

 

2. Balasannya dilipat gandakan sampai 700 kali lipat

 

Banyak orang yang ketika hendak memberi dia selalu berfikir jika saya memberi maka duit saya berkurang dan jika berkurang maka kebutuhan saya tidak dapat terpenuhi, itu adalah matematika manusia.  Manusia selalu berfikir bahwa 10 dikurang 3 sama dengan 7; 10 ditambah 3 sama dengan 13, hal seperti itu tidak berlaku bagi Allah. Jika seseorang membantu orang lain, justru akan melipat gandakan rejeki yang akan datang kepada dirinya. Hal ini dijelaskan dengan terang oleh Allah swt di dalam al-Qur’an: 

 

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

 

Artinya: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui” QS: al-Baqarah: 261 

 

Semoga ayat tersebut dapat memberikan semangat peduli kepada setiap hamba allah dengan tujuan agar agama Allah semakin bertambah tinggi dan mulia.


 
3. Sedekah dapat menutup 70 pintu bala atau musibah

 

Sebagaimana manusia mendambakan kebaikan datang kepada dirinya maka dia tidak ingin keburukan menimpa kepadanya pula, hal ini diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani: 

 

الصَّدَقَةُ تَسُدُّ سَبْعِيْنَ بَابًا مِنَ السُّوْءِ

 

Artinya: “Sedekah dapat menutup 70 pintu keburukan” (HR. Thabrani)

 

Oleh karena itu, jika kita menginginkan kebaikan maka jangan sungkan untuk memberi apa yang kita punya kepada orang yang membutuhkan, karena harta yang hakiki adalah harta yang mengikuti pemiliknya sampai dengan liat lahat.  Itu adalah harta yang kita sedekahkah sewaktu masih hidup di alam dunia. Harta yang kita tinggal menjadi harta warisan yang bakal diperebutkan. Sedang harta yang disedekahkan adalah harta pribadi yang kekal abadi. 

 

Masih banyak lagi kebaikan-kebaikan selain dari yang tersebut di atas yang mungkin orang dapat lakukan. Tidak ada yang tahu amal mana yang akan meringankan beban di akhirat kelak. Kita berharap semoga tiga ajaran inti yang terkandung di dalam surat Fathir ayat ke 29 bisa memberikan amalan penyokong untuk meraih keuntungan yang melimpah, bukan hanya di dunia tetapi juga di kehidupan setelahnya.  Semoga kita semua diringankan badannya untuk berbuat baik kepada siapapun dan kapanpun.


 
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا 

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

 


Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

Penulis: Ahmad Arif Hidayat, Lc, M.S.I


Keislaman Terbaru