Komitmen Dukung Kiai Al Qur'an, Al Fazza Nabawi Tour Gandeng JQHNU untuk Program Umroh Bersama Hafiz
Ahad, 31 Agustus 2025 | 11:30 WIB

Direktur PT Al Fazza Nabawi Tour Travel, dr Muhammad Hayyi Wildani berfoto bersama Ketua PC JQHNU Kota Semarang, Ahmad Rifqi Hidayat seusai kegiatan pembinaan mitra marketing di Hotel Siliwangi Semarang, Sabtu (30/8/2025) malam. (Foto: dokumentasi)
Semarang, NU Online Jateng
Aktivitas para Kiai yang konsen pada pembelajaran agama Islam, khususnya ilmu tentang Al-Qur'an di tengah masyarakat sering kurang mendapat perhatian dari berbagai pihak. Untuk itu, harus ada yang memberikan program khusus untuk melaksanakan umroh.
"Memang ada program sekedar insentif dari pemerintah untuk guru TPQ, namun sepertinya belum ada perhatian dari pemerintah atau swasta dalam mengapresiasi para hafizh dalam bentuk umroh," kata Direktur PT Al Fazza Nabawi Tour & Travel, Muhammad Hayyi Wildani.
Ia mengatakan hal itu disela kegiatan pembinaan bagi mitra marketing PT Al Fazza Nabawi Tour & Travel di Hotel Siliwangi Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (30/8/2025) petang.
Untuk itu, kata dia, dirinya menggandeng Pimpinan Cabang (PC) Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang dengan program khusus berupa menjadikan para Kiai, Ustadz atau Gus sebagai brand ambassador sekaligus sebagai mitra marketing.
"Kan banyak yang memposisikan para Kiai dan Ustadz sebagai marketing dan bisa ikut umroh secara gratis kalau sudah memenuhi target tertentu. Nah, Al Fazza beda, kita jadikan sebagai brand ambassador sebagai bentuk penghormatan," ujarnya.
Menurut dia, hal itu bisa dipandang saling menguntungkan karena pada satu sisi terjadi promosi biro umroh, dan pada saat yang sama juga mempromosikan (syiar) tokoh yang layak dipopulerkan.
"Kalau brand ambassador kok kurang populer berarti dari Al Fazza yang mengangkat atau syiar bahwa beliau ini tokoh, layak untuk diangkat," jelasnya.
Sebenarnya, kata Hayyi, ada program 2 kali umroh dalam setahun. Namun demikian tidak banyak yang mengambil kesempatan dua kali karena ada tanggung jawab di tengah masyarakat.
"Proses penjadwalan memang ada beberapa kendala seperti waktu yang luang ternyata tidak banyak, ada yang punya beberapa rutinitas pembinaan masyarakat yang tidak bisa ditinggal. Jadi hanya ambil sekali," ungkapnya.
Untuk mempermudah calon jamaah, lanjutnya, semua paket program bisa dilihat dalam website atau menginstal aplikasi Al Fazza dari playstore.
Terkait mitra marketing, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kota Semarang ini mengatakan akan mengakomodir berbagai pihak.
"Dari para relawan LPBINU ini juga banyak yang minat menjadi jaringan marketing, MWC juga sudah merambah ke beberapa kecamatan. Insya Allah untuk pemberangkatan terdekat nanti 9 September," kata dia.
Hayyi bilang, PT Al Fazza Nabawi Tour & Travel telah mengantongi semua persyaratan karena biro tersebut sudah berjalan dan berganti kepemilikan.
"Semua perizinan sudah lengkap karena ini biro yang sudah jalan di Jakarta, kita beli, sudah ganti nama pemilik dan pindah kantor di Palebon, Semarang," terangnya.
Pemberdayaan Kader dan Santri
Ketua PC JQHNU Kota Semarang, Ahmad Rifqi Hidayat, Al Hafidz mengakui program kerja sama tersebut dirasa tepat sebagai penghormatan bagi para kiai yang berjuang mengajarkan Al Qur'an kepada santri dan masyarakat. Ia juga mengakui dinamika marketing yang acap kali tidak memberikan ruang khusus bagi para kiai pejuang Al-Qur'an.
"Memang ada beberapa biro yang hanya menempatkan para kiai atau Gus sebagai marketing, ada juga yang mengajak umroh dadakan karena mereka tidak memiliki pendamping. Jadi program kerja sama ini saling melengkapi," ujarnya.
Di lain sisi, ia juga melihat potensi kader dan santri dalam merintis usaha sebagai marketing. Kata dia, kader JQHNU di perguruan tinggi cukup banyak yang tidak semuanya terserap dalam dunia industri.
"Yang lulus keguruan juga belum tentu jadi guru, tiap tahun ribuan mahasiswa yang lulus tapi tidak banyak sekolah yang butuh tambahan guru," kata Gus Rifqi, sapaan akrabnya.
Apalagi, kata Rifqi, para mahasiswa dalam posisi bebas sebagai mitra atau agen (freelance). Artinya, mereka bebas menentukan waktu terlepas dari adanya target pribadi ataupun iming-iming dorongan dari Al Fazza Nabawi Tour.
"Bisa dikatakan juga ini bagian dari pemberdayaan potensi kader. Kita semua tidak tahu bagaimana malaikat membagikan rizki, siapa tahu ada kader yang sukses dalam marketing sebelum lulus kuliah," ucapnya.