Porseni Madrasah Jateng 2025 di Banyumas: Panggung Prestasi, Sportivitas, dan Kebersamaan
Selasa, 29 Juli 2025 | 09:00 WIB

Pemukulan gong oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, bersama Kepala Kemenag Jateng Saiful Mujab tanda dimulainya Porseni Madrasah Jateng 2025. (Foto: dok Humas Kemenag)
Banyumas, NU Online Jateng
Kabupaten Banyumas tengah bersinar. Selama empat hari, mulai Ahad hingga Rabu (27–30/7/2025), kabupaten di lereng Gunung Slamet ini menjadi pusat semarak Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sebanyak 5.244 pelajar dari 35 kabupaten/kota se-Jateng berkumpul, mengukir prestasi dalam ajang yang memadukan semangat kompetisi, sportivitas, dan cinta kebudayaan.
Porseni dibuka secara resmi di Auditorium Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab. Hadir pula para pejabat Kemenag Jateng, tokoh masyarakat, serta ribuan peserta dan suporter yang memenuhi arena.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi momen membentuk karakter generasi madrasah yang berprestasi dan berakhlak,” ujar Dwi Asih dalam sambutannya.
Ajang Porseni kali ini menjadi yang terbesar, dengan peserta dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Sebanyak 1.652 siswa MI, 1.789 siswa MTs, dan 1.783 siswa MA bertarung dalam 67 cabang lomba yang mencakup seni dan olahraga.
Arena kompetisi tersebar di sejumlah titik, seperti GOR Satria, GOR Soesilo Soedarman, kampus Unsoed, MIN 1 Banyumas, MTsN 1 Banyumas, dan MAN 2 Banyumas. Tidak hanya siswa, masyarakat pun turut memeriahkan. Penonton membanjiri lokasi perlombaan, menciptakan atmosfer hangat dan penuh semangat.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng yang juga Ketua Panitia, Ahmad Faridi, mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat dan suksesnya penyelenggaraan.
“Luar biasa, semua pihak bersinergi, mulai dari Kemenag Banyumas, panitia lokal, sekolah, hingga masyarakat. Ini Porseni yang elegan dan meriah,” ungkapnya.
Ia bersama jajaran memantau langsung pelaksanaan lomba dan melihat sendiri bagaimana suporter dengan tertib dan semangat mendukung kontingen masing-masing.
“Alhamdulillah, semua berjalan sportif, ramai, dan penuh kekeluargaan,” tambahnya.
Senada, Kabag TU Kanwil Kemenag Jateng, Wahid Arbani, menyebut gelaran ini sebagai momentum penting dalam memajukan madrasah.
“Insyaallah, dengan Porseni, madrasah akan semakin maju, bermutu, dan mendunia,” katanya.
Porseni tahun ini mengusung tema “Berkompetisi Sportif, Ramah, dan Penuh Cinta”. Tema ini tidak sekadar slogan, tetapi terasa nyata dalam setiap pertandingan dan interaksi peserta. Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan tarian kolosal dari pelajar Banyumas saat pembukaan, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan cinta budaya.
Ajang ini diharapkan menjadi titik tolak transformasi madrasah, dari sekadar lembaga pendidikan formal, menjadi pusat lahirnya generasi muda yang tangguh, kreatif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
“Madrasah harus menjadi kawah candradimuka yang menyiapkan siswa tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat karakter dan kepemimpinannya,” pungkas Ahmad Faridi.