Kota Semarang, NU Online Jateng
Demonstrasi untuk menuntut pelaku yang terlibat dalam tragedi yang menimpa pengemudi ojek online Affan Kurniawan hingga meninggal dunia di Markas Polisi Daerah (Mapolda) Jawa Tengah di Semarang terus berlanjut hingga hari ini. Sabtu (30/8/2025).
Terpantau para demonstran yang terdiri dari para mahasiswa, pengemudi ojol dan masyarakat umum mulai terlihat bergerak jam 12.20 WIB menuju ke depan Mapolda Jateng lewat Jalan Nasional Pleburan Kecamatan Semarang Selatan via Tugumuda.
Dalam pantauan Closed-Circuit Television (CCTV) yang berada di Jalan Pahlawan perempatan depan Mapolda Jateng hingga berita ini diturunkan situasi terlihat masih kondusif, arus lalulintas masih terlihat lancar dari dua arah meski ada demo lanjutan disana.
Begitu juga CCTV yang berada di depan kantor Gubernuran juga terlihat lancar tanpa ada pendemo disana. Namun pada CCTV lainnya, meski masih menyiarkan secara langsung situasi jalanan terkini tidak terlihat jelas sementara CCTV lainnya pada DPU Pahlawan hanya rekaman tertanggal (7/7) kemungkinan rusak akibat aksi kemarin.
Aktivis NU Kota Semarang, Ayatullah Khumaini, kepada NU Online Jateng menyampaikan uneg-unegnya bagi para pendemo untuk menyampaikan aspirasi dengan bijak.
"Kepada teman-teman, mohonlah untuk menyampaikan aspirasi dengan baik. Semakin kesini kok saya lihat yang berdemo arahnya mau kemana, mau seperti apa sudah tidak jelas," kata Dayat sapaan akrabnya.
Jika terjadi keributan seperti kemarin, kami sebagai warga sekitar juga merasa takut. Selain itu, jika semakin banyak kerusakan maka para koruptor akan semakin kenyang sebab mereka tinggal anggarkan saja. Ayolah sampaikan dengan cara yang santun, bisa mengajak pihak-pihak berkepentingan untuk duduk bareng dibahas dengan baik, lanjut pengurus LPBINU Jateng ini.
Sebelumnya, Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, mengimbau seluruh elemen masyarakat menjaga kedamaian di tengah dinamika sosial dan kondisi ekonomi yang memicu kegelisahan.
Dalam pernyataan resmi di Semarang (29/8/2025), ia menekankan pentingnya komunikasi bijak agar perbedaan tidak menimbulkan gesekan.
Gus Rozin meminta TNI-Polri memandang aspirasi mahasiswa dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian, bukan ancaman, serta menyikapinya dengan kasih sayang dan keteduhan. Sementara itu, masyarakat dan mahasiswa diingatkan agar menyampaikan aspirasi secara santun tanpa kekerasan. PWNU Jateng berkomitmen merawat ketenangan Jawa Tengah agar tetap menjadi barometer kedamaian nasional.