Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Pendidikan Karakter, MTsNU Demak Wajibkan Siswa Shalat Dhuha dan Ziarah Makam Aulia  

Pendidikan Karakter, MTsNU Demak Wajibkan Siswa Shalat Dhuha dan Ziarah Makam Aulia  
Kampus MTsNU Demak di Komplek Masjid Agung Demak Jateng (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)
Kampus MTsNU Demak di Komplek Masjid Agung Demak Jateng (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)

Demak, NU Online Jateng
Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTsNU) Demak mewajibkan seluruh siswa, guru, dan karyawannya untuk mengikuti program shalat dhuha dan ziarah ke makam auliya dan ulama yang dimakamkan komplek Masjid Agung Demak.

 

Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Demak KH Anwar Said mengatakan, program shalat dhuha dilaksanakan setiap  hari, pada jam istirahat pertama, sedangkan ziarah seminggu sekali, setiap hari selasa. 

 

"Semua siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan diwajibkan mengikuti program ini," ujarnya kepada NU Online Jateng, Rabu (8/9).

 

Dijelaskan, agenda shalat dhuha dan ziarah merupakan amanat para kiai dan masyayikh NU Demak. Kepala madrasah perintahkan agar para siswa, guru, dan karyawan MTsNU Demak memakmurkan masjid yang didirikan Wali Songo.

 

"Alhamdulillah agenda ini berjalan tanpa putus," kata kiai Anwar Said.

 

Menurutnya, keberadaan kampus MTsNU Demak yang berada di komplek masjid peninggalan Wali Songo sangat mendukung kelanggengan agenda ini mulai sejak lembaga pendidikan NU berstatus Pendidikan Guru Agama Nahdlatul Ulama (PGANU) hingga diubah menjadi MTs dan MANU.

 

"Mungkin karena faktor inilah yang menjadikan lembaga pendidikan menengah pertama di bawah asuhan para kiai NU inj mampu eksis dan berkembang serta berkompetisi dengan lembaga pendidikan lain yang berada di pusat Kota Demak di tengah persaingan yang semakin ketat," ucapnya.

 

Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) Demak KH Anwar Said (kanan) (Foto: Samsul Huda)

 

Kepala MTsNU Demak KH Romdhon mengatakan, saat ini jumlah siswanya sebanyak 658 orang terbagi dalam 18 kelas. Mereka itu 60 persennya dari luar daerah Demak dan nyantri di pesantren-pesantren yang lokasinya berada di sekitar Masjid Agung Demak.

 

Menurutnya, siswa yang berdomisili di Demak usai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) mengikuti program pengajian di pesantren dan para kiai kampung di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Jadi boleh dikata siswa MTsNU Demak semuanya santri, sebagian santri mukim di pesantren dan sebagian santri kalong.

 

"Kondisi ini turut membantu madrasah dalam membentuk karakter peserta didik, sedang dari sisi kualitas pembelajaran MTsNU tidak pernah henti selalu berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sehingga dalam setiap akreditasi meraih predikat atau nilai A.

 

"Amanat dari para Nahdliyin untuk melestarikan dan mengembangkan ahlussunnah waljamah melalui jalur pendidikan formal ini dapat kami laksanakan di bawah bimbingan para masyayikh NU di Demak ini," pungkasnya.

 

Penulis: Samsul Huda
Editor: M Ngisom Al-Barony