Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Khatmil Qur'an untuk Peringati Haul Ke-76 KH Hasan Anwar Santri Mbah Hasyim  

Khatmil Qur'an untuk Peringati Haul Ke-76 KH Hasan Anwar Santri Mbah Hasyim  
Pesantren tinggalan Mbah Hasan Anwar Gubug, Grobogan (Foto: NU Online Jateng/dok)
Pesantren tinggalan Mbah Hasan Anwar Gubug, Grobogan (Foto: NU Online Jateng/dok)

Grobogan, NU Online Jateng
Pesantren KH Hasan Anwar Gubug ,Grobogan akan menyelenggarakan peringatan haul ke-76 almarhum KH Hasan Anwar, ulama dan pimpinan laskar Hizbullah/Sabilillah pejuang kemerdekaan RI di daerah Gubug Grobogan Jateng, Kamis 13 Dzulqo'dah (24/6) mendatang.

 

Pengasuh Pesantren KH Hasan Anwar Gubug KH Syafii mengatakan, karena masih dalam suasana pandemi agenda tahunan haul mbah Hasan Anwar yang gugur saat memimpin pertempuran melawan tentara Belanda dalam perang kemerdekaan 1947  dilaksanakan secara sederhana.

 

"Kami hanya menyiapkan acara tunggal, yakni khatmil Qur'an binadlor pada hari Kamis malam jumat besok (24/6) bakda maghrib dan dilanjutkan khataman bilghaib bakda isak yang diikuti para santri dan masyarakat sekitar pesantren," kata Kiai Syafii Senin (21/6).

 

Disampaikan, kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan esok harinya, Jumat (25/6) pagi pesertanya santri putri dan jamaah wanita. Bagi nahdliyin yang akan hadir dalam acara ini diharapkan mentaati standar protokol kesehatan (prokes)  mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengambil posisi tidak berkerumun dan menjaga jarak.

 

"Atas nama pesantren dan keluarga almarhum KH Hasan Anwar, kami memohon maaf kepada masyarakat kalau acara haul untuk yang kedua kalinya dilaksanakan secara sederhana sekali," ucapnya.

 

Diceritakan, heroisme Kiai Hasan Anwar santri Tebuireng yang turut serta membantu Mbah Hasyim Asy'ari ketika menyiapkan pendirian NU tercatat dalam laporan perang kemerdekaan yang disusun Koordinator Mantan Hizbullah/Sabilillah Karesidenan Semarang.

 

Pejuang Kemerdekaan

 

Dalam laporan itu disebutkan, Kiai Hasan Anwar selain memimpin pesantren dan NU di Gubug, Grobogan juga menggerakkan laskar Hizbullah dan Sabilillah yang menyangga Komando Pertempuran Jawa Tengah di Salatiga berkedudukan di Markas Medan Tenggara (MMTG) di Mranggen, Demak.

 

Menjelang dan pasca-proklamasi kemerdekaan, Mbah Hasan Anwar bersama santri dan Nahdliyin terlibat aktif dalam aktivitas pertempuran mempertahankan kemerdekaan RI di sela-sela mengajar santri dan masyarakat.

 

Perjalanan heroisme Mbah Hasan Anwar terhenti saat bersama laskar yang dipimpinnya melakukan aksi penyerangan ke pos pertahanan Belanda yang berada di Gedung Pegadaian Gubug pada hari Ahad Pon malam Senin Wage tanggal 14 Dzulqo'dah 1336 bertepatan tnggal 23 malam 24 September 1947.

 

Pertempuran hebat tidak terelakkan, setelah mbah Hasan Anwar bersama 17 anak buahnya berhasil menerobos pertahanan Belanda. Dalam pertempuran sengit itu Mbah Hasan Anwar bersama seluruh pasukannya gugur.

 

Menurut penuturan Ghazali, Modin Desa Gubug sebagaimana dikutip dalam laporan itu menyebutkan, dalam pertempuran itu jumlah korban dari pihak Belanda sangat besar sekali, jumlahnya tidak sempat dihitung.

 

"Tentara Belanda sebagian besar mati karena luka akibat sabetan senjata tajam dan tusukan bambu runcing, mayatnya diangkut lima truck penuh," jelasnya.

 

Langkah dan jejak perjuangan almarhum Kiai Hasan Anwar dilanjutkan keturunan, santri, dan jamaahnya melalui berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan dan keagamaan. Di antaranya keberadaan pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Islam Hasan Anwar (Yasiha).

 

"Mbah Hasan Anwar memang sudah kapundut 76 tahun silam, langkah dan jejak perjuangannya dilanjutkan terus oleh keturunan dan santri-santrinya," pungkasnya.

 

Penulis: Samsul Huda
Editor: M Ngisom Al-Barony