Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Anggota Banser di Pati Sukses Budidaya Tanaman Anggur Saat Pandemi Covid-19

Anggota Banser di Pati Sukses Budidaya Tanaman Anggur Saat Pandemi Covid-19
Anggota Banser di Pati ini sukses tekuni tanaman buah anggur (Foto: NU Online Jateng/Fikrul Umam)
Anggota Banser di Pati ini sukses tekuni tanaman buah anggur (Foto: NU Online Jateng/Fikrul Umam)

Berbagai cara ditempuh masyarakat Kabupaten Pati untuk bertahan hidup di masa pandemi ini. Tak terkecuali Juliono (25) pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati yang memilih banting setir dari pekerja proyek bangunan menjadi pembudidaya tanaman anggur. 

 

Pria yang merupakan anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) sekaligus staf Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pucakwangi ini  mengatakan, pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 mulai tahun lalu menyebabkan mobilitas antar wilayah terganggu. Hal itu membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

 

"Saya berpikir untuk mencari aktivitas menghasilkan uang yang bisa dikerjakan dari rumah," terang dia belum lama ini.

 

Dari informasi yang dipelajari di media sosial dan ketekunannya menimba ilmu dari sejumlah komunitas, dia mantap membangun rumah pembibitan anggur. Berbagai macam jenis varietas anggur dia coba semaikan. Usahanya tak sia-sia, pemuda itu berhasil membudidayakan puluhan jenis anggur hingga proses pembuahannya.

 

"Tanaman anggur memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bukan hanya buahnya, namun potongan batang tanaman anggur bisa dijual sebagai bakal bibit. Saya juga membuka toko bibit anggur jenis lokal maupun impor. Hampir tiap hari saya dapat pesanan dari luar kota. Hasilnya lebih dari cukup dibandingkan penghasilan proyek," kata dia.

 

Juliono menilai, profesi petani tak selalu identik dengan penghasilan rendah. Namun diperlukan inovasi dan pengetahuan yang cukup untuk menghasilkan pertanian yang selaras dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

 

"Di sejumlah wilayah di Pulau Jawa sudah ada beberapa kampung anggur yang cukup sukses sebagai Kawasan agribisnis," jelas dia.

 

Ia menyebut kelebihan tanaman anggur yakni bisa hidup dengan baik di hampir semua jenis tanah dataran rendah maupun tinggi. Meskipun demikian, butuh trik khusus untuk membesarkan anggur yang berbuah produktif dengan jenis impor.  

 

"Bibit anggur impor termahal jenis Ninel, Trans, dan Carnival. Harganya dari Rp 1 hingga 1,5 juta per batang. Metode yang saya pakai menyambung anggur lokal dengan batang tanaman luar negeri yang buahnya lebih besar dan lebat. Namanya teknik okulasi atau penggantian varietas," terangnya.

 

Menurut Juliono, tanaman anggur membutuhkan pengairan dan mendapatkan sinar matahari secukupnya. Tanaman akan tumbuh dengan baik jika mendapatkan pupuk dengan kadar nitrogen saat mulai tumbuh akar. Kemudian membutuhkan pupuk kalium pada saat pembuahan.

 

"Alhamdulillah, dari tanaman anggur yang saya tekuni saya mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari pekerjaan sebelumnya," pungkasnya.

 

Kontributor: Fikrul Umam
Editor: M Ngisom Al-Barony