Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Niatkan Berkurban

Niatkan Berkurban
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

Orang Islam mana yang tidak ingin berkurban ketika Hari Raya Idul Adha datang?, tentu hal itu menjadi dambaan setiap orang. Mengapa? karena hikmah dan pahala yang akan dibalaskan atas ketakwaannya sangatlah menawan.

 

Meski setiap orang mendambakannya, tapi ada orang-orang yang mampu dan bisa melakasanakan dan ada pula orang-orang yang tidak mampu dan tidak bisa melaksanakannya. Dan inilah salah satu alasan mengapa hukum ibadah berkurban bukan wajib, melainkan sunat muakad yang ditujukan kepada orang Islam yang merdeka, baligh, berakal, dan mampu. 

 

Bagi yang tidak mampu, janganlah bersedih hati, karena dengan menggeliatkan niat atau mengandaikan jikalau memiliki harta seperti orang lain akan berkurban, maka cukuplah baginya untuk mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang berkurban.

 

Hadits nabi: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda sehubungan dengan orang yang berkata "Seandainya aku memiliki harta maka aku akan berinfak":

 


لَوْ أَنَّ لِـيْ مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلَانٍ ، فَهُوَ بِنِـيَّـتِـهِ فَأَجْرُهُـمَـا سَوَاءٌ

 

Artinya: "Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si Fulan”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda;  “Maka dengan niatnya itu pahala keduanya sama”. (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

 

KH Ahmad Niam Syukri Masruri, Ketua Lembaga Kajian Informasi dan Dakwah (Elkid), Ketua PW GP Ansor Jateng tahun 1995, dan Sekretaris RMINU Jateng

// centerMode:true,