Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Aku yang Menanggung Dosamu

Aku yang Menanggung Dosamu
KH Ahmad Niam Syukri Masruri
KH Ahmad Niam Syukri Masruri

Sewaktu kecil dulu, kita sering mendengar anak-anak berkelakar kepada temannya ketika sedang bermain, "ambil itu barang bawaan temanmu!", teman yang diperintah menjawab "tidak mau ah!, itu dosa!, yang menyuruh lalu berucap "nanti aku yang menanggung dosamu".

 

Terbujuk oleh kalimat aku yang menanggung dosamu terkadang seseorang lalu gampang berbuat dosa karena ia mengira bahwa dirinya akan terbebas dari dosa, sedangkan dosa yang ia lakukan akan menjadi tanggung jawab temannya.

 

Sesungguhnya tidak ada dosa yang akan ditanggung oleh orang lain. Kalau ada seseorang menyuruh orang lain untuk berbuat dosa, maka masing-masing akan menanggung dosa sesuai dengan perannya.

 

Seseorang akan menerima balasan dosa dari apa yang ia lakukan meski ada orang lain yang hendak menanggungnya, begitu juga seandainya seseorang telah berbuat dosa lalu menjerit minta tolong agar dosanya bisa dipikul bersama, maka itu pun tidak akan terjadi meski yang dimintai tolong itu suami / istri, anak, orang tua, atau kerabat dekat.

 

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Fatir Ayat 18 :

 


وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ وَإِن تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَىٰ حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَىْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰٓ ۗ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِۦ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ

 

Artinya :
Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada adzab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu). (QS Al-Fatir : 18)

 

 

KH Ahmad Niam Syukri Masruri, Ketua Lembaga Kajian Informasi dan Dakwah (Elkid), Ketua PW GP Ansor Jateng tahun 1995, dan Sekretaris RMINU Jateng

// centerMode:true,