Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Gus Kautsar: Monogami juga Sunnah Nabi

Gus Kautsar: Monogami juga Sunnah Nabi
Gus Kautsar (sedang memegang) mic dalam suatu acara. (Foto: NU Online Jateng/Hanan)
Gus Kautsar (sedang memegang) mic dalam suatu acara. (Foto: NU Online Jateng/Hanan)

Sebagian orang memandang monogami bukan sunnah Nabi. Dalam beristri, sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad adalah sistem poligami, sehingga jika ingin mengikuti sunnah, maka harus poligami.

 

Dalil yang dibuat mendukung poligami selain Nabi menikah dengan banyak wanita, adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

 

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

 

Artinya, "Kawinilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya,” (QS An-Nisa: 3).

 

Pendapat bahwa poligami merupakan satu-satunya sunnah Nabi dalam beristri ditepis oleh Agus H. Abdurrahmar al-Kautsar, putra KH Nurul Huda Djazuli, pengasuh Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri.

 

Menurut Gus Kautsar, Nabi Muhammad tidak hanya memberikan contoh poligami, namun beliau juga memberikan teladan monogami. Hal ini disampaikan Gus Kautsar dalam sebuah forum di Cilacap yang disiarkan melalui channel youtube dan diakses oleh NU Online Jateng (26/11)

 

“Istri banyak itu sunnah Rasulullah , itu sunnah yang mana?. Kanjeng Nabi itu juga mensunnahkan bil wahdah (monogami),” Kata Gus Kautsar.

 

Gus Kautsar mengisahkan ketika Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah, Nabi tidak pernah berpoligami sampai akhir hayat Khadijah.

 

“Mbah Kanjeng Nabi itu ketika menikah dengan Sayyidatina Khadijah al-Kubra, beliau tidak pernah menikah sampai Sayyidah Khadijah wafat,” ungkap Gus Kautsar.

 

Dijelaskan, Nabi Muhammad baru menikah kembali dan kemudian berpoligami setelah wafatnya Sayyidah Khadijah al-Kubra. Selain itu, Nabi berpoligami murni atas perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

 

“Setelah Sayyidah Khadijah wafat, beliau baru menikah dengan istri banyak dan setiap beliau menikah atas dasar perintah Allah subhanahu wa ta’ala,” tandasnya.

 

Penjelasan di atas tidak dalam rangka mempertentangkan antara kebolehan poligami dan monogami. Baik monogami dan poligami, masing-masing mendapatkan legalitas di mata syariat. Tidak boleh ada orang saling mencemooh baik antara yang pro poligami maupun yang tidak berani berpoligami.

 

Penulis: Ahmad Mundzir 
Editor: Muhammad Ishom