Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Al-Qur'an Sumber Pertama dan Utama Syariat Islam

Al-Qur'an Sumber Pertama dan Utama Syariat Islam
Al-Qur'an (Foto: NU Online)
Al-Qur'an (Foto: NU Online)

Al-Qur'an seperti yang telah kita ketahui bersama merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada kita melalui bentuk mushaf secara berangsur-angsur.  Al-Qur'an adalah sumber pertama dan utama dalam ilmu hukum Islam (fiqih). Ia juga merupakan hujjah yang termat sangat agung antara kita dan Tuhan kita.


Al-Qur'an merupakan tali yang kokoh dapat menjadikan hidup kita selamat apabila berpegang teguh padanya. Ia juga merupakan ikatan yang teramat sangat kuat (al 'urwah al-wutsqo) yang tidak akan putus, sebagaimana Firman-Nya:


وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ


"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai". (QS Ali Imron: 103).


وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ


...."Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung". (QS Al-A'raf : 157).


Nabi Muhammad Saw juga bersabda mengenainya:


تركتُ فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما؛ كتاب الله وسنة نبيه


"Kutinggalkan kalian dua perkara, yang mana kalian tidak akan tersesat selagi madih berpegang teguh padanya: yaitu Al-Qur'an dan hadits". 


Imam Maziry dalam kitabnya Jami' Al-Mi'yar berkata: "Al-Qur'an merupakan pondasi agama Islam, porosnya hukum, tempat berlindungnya penganut agama, ayat kerasulan, serta bukti kebenaran agama yang dibawanya. Kehujjahan dan kewajiban mengamalkannya merupakan sesuatu yang sudah barang tentu diketahui (ma'lum bi dhorury) oleh kita tanpa membutuhkan adanya dalil penguat. Inilah yang dimaksud dari makna'at-tamassuk bid diin'.


Lebih jauh beliau menjelaskan bahwa ayatnya lebih dari enam ribu ayat. Sebagian besar darinya berkaitan dengan tauhid dan dalil-dalilnya serta penolakan akidah yang menyimpang dan melampaui batas. Selain itu juga berkaitan dengan pembuktian kenabian, akhirat beserta gambaran kehidupan didalamnya, surga, neraka, berita umat terdahulu, petuah serta pengingat, pujian kepada Allah SWT, penyebutan berbagai nikmat-Nya, penjelasan sifat-sifat-Nya yang luhur dan nama-nama-Nya yang bagus, serta tatacara memuliakan dan mensucikan-Nya, dan sebagainya.

 

Ayat yang berkaitan dengan hukum-hukum fiqih seperti yang dikatan Imam Ibnu Qoyim dalam kitab I'lam al-Muwaqqi'in berjumlah seratus lima puluh ayat. Sebagian Ulama ada yang berpendapat bahwasanya jumlahnya lebih dari itu, yaitu sekitar dua belas juz darinya atau hampir seperenam setengah darinya. Sedangkan menurut Sayyid Muhammad al-Maliky jumlahnya lebih dari bilangan yang telah disebutkan.


Ibnu Aroby dalam kitabya 'al-Ahkam' berkata dari sebagian gurunya: "Surah Al-Baqarah saja sudah memuat seribu perintah, seribu larangan, seribu hukum, dan seribu berita. Oleh karena saking banyaknya permasalahan fiqih yang ada  di dalam surah tersebut, Sahabat Ibnu Umar RA sampai menghabiskan waktu delapan tahun untuk mempelajarinya". 


Ibnu Aroby mengambil sembilan puluh ayat yang berkaitan dengan hukum-hukum fiqih dari surah Al-Baqarah. Bahkan beliau mengambil lima ayat yang berkaitan dengan hukum dari surah Al-Fatihah yang jumlah keseluruhan ayatnya ada tujuh. Adapun jumlah ayat-ayat Al-Qur'an yang beliau jadikan sebagai landasan hukum berjumlah 864 ayat yang terpisah-pisah dalam 105 surah. Akan tetapi sebagian besar berada di bagian depan dari 30 surah lebih.


Al-Qur'an tidak akan pernah habis keajaiban-keajaibannya, takkan pernah terhitung hukum-hukumnya, setiap hari akan terus menerus nampak kelembutan dan rahasia-rahasianya, selagi masih ada orang yang mau memikirkannya. Tidaklah suatu generasi atau bahkan seseorang yang mentadaburinya kecuali ia akan  menyangka bahwa ia lah yang sedang diajak bicara oleh Al-Qur'an. Di dalamnya terkandung hukum-hukum dan isyarat-isyarat Allah SWT karena ia merupakan Firman Dzat yang paling bijaksana, Allah SWT.

 

Ketika kita merujuk pada bab-bab yang ada dalam kitab fiqih, maka jarang sekali kita menemukan suatu bab kecuali asal pengambilannya dari Al-Qur'an, baik secara tersurat maupun tersirat. Pengarang kitab 'al-Mi'yar' berkata dari Syekh Abi Madyan: "Sesungguhnya Al-Qur'an itu mempunyai masa 'nuzul' dan 'tanzil'.  Adapun masa 'nuzul'-nya sudah sempurna dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW. Sedangkan masa 'tanzil' nya berdasarkan kejadian dan istinbath hukum akan terus menerus sampai akhir masa". 


Berkaitan dengan hal ini, Imam Ali bin Muhammad al-Habsy berkata:


تنزله على العلماء باق   لديهم وهو منقطع النزول


(Sayyid Muhammad al-Maliky, Syariatulloh al-Kholidah: 12-14)


Wallahu a'lamu bishshowab


M Ryan Romadon, mahasantri Ma'had Aly Pesantren Al-Iman Bulus, Purworejo, Jawa Tengah 

// centerMode:true,