Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Ngahadun, 'Anak Gedung NU' Inisiator Lapak Berjuta IPNU-IPPNU Sukorejo Kendal

Ngahadun, 'Anak Gedung NU' Inisiator Lapak Berjuta IPNU-IPPNU Sukorejo Kendal
Ngahadun pelopor lapak berjuta IPNU-IPPNU Sukorejo Kendal Jateng (Foto: NU Online Jateng/Fahroji)
Ngahadun pelopor lapak berjuta IPNU-IPPNU Sukorejo Kendal Jateng (Foto: NU Online Jateng/Fahroji)

Sejak sepuluh hari kedua selama bulan Ramadhan kemarin halaman Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukorejo, Kabupaten Kendal yang terletak di Jalan Kartini Kebumen Sukorejo terlihat ramai. Banyak pengguna jalan raya yang mampir atau pengurus NU, lembaga, dan banom yang sengaja datang dari rumah membeli minuman dan makanan kecil untuk persiapan buka puasa di 'Lapak Berjuta' (Berlajar Berjuang dan Bertaqwa) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama(IPNU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sukorejo


Tak hanya warga dan pengurus NU di Sukorejo, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kendal Nanang Husni Faruq yang juga Ketua Hipunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Kendal yang mendengar Lapak Berjuta iPNU-IPPNU Sukorejo dalam suatu malam menyempatkan diri untuk mengunjunginya. Tentu saja Nanang merasa perlu mensuport baik dalam kapasitasnya sebagai ketua KNPI sebagai wadah berhimpunnya ormas kepenudaan maupun selaku ketua HIPMI yang mempunyai kewajiban mendorong munculnya bibit-bibit pengusaha muda.


Dagangan yang dijual memang biasa saja. Namun kreatifitas, pemilik lapak dan suasana mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Untuk menarik pembeli kadang anak-anak IPNU-IPPNU memainkan alat musik rebana atau karaoke islami di teras Ruko gedung MWCNU Sukorejo. Nampaknya anak IPNU-IPPNU sudah memahami istilah 'Menjual Suasana' dalam latihan bisnis tersebut.


Ketika NU Online Jateng mengkonfirmasi ke Ketua PAC IPNU Sukorejo Ferry Aji Aprilian siapa inisiator Lapak Berjuta dengan tegas Ferry menjawab "Bukan saya" Lantas siapa? "Ngahadun" jawab Ferry.


Menurut Ferry, Ngahadun adalah koordinator Departemen Wirausaha dan Ekonomi PAC IPNU Sukorejo. Ia direkrut Ferry yang merupakan kader perwakilan dari  Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) 10 Sukorejo di mana Ngahadun masih tercatat sebagai siswa kelas XI jurusan IPS di almameternya. Meskipun sebenarnya ia adalah warga Dusun Doplang, Desa Kediten yang masuk wilayah kecamatan Plantungan Kendal.


Adun begitu teman-temannya akrab menyapa lahir pada 14 April 2001. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Kediten dan diteruskan di MTs Darul Islah Gentinggunung Sukorejo sebelum akhirnya sekolah di MANU 10 Sukorejo.


Karena rumahnya yang jauh di lereng gunung Prau, awal-awal sekolah Adun sempat tinggal beberapa waktu di rumah salah satu guru MANU 10 Sukorejo. Setelah Gedung MWCNU Sukorejo yang berdekatan dengan MANU 10 Sukorejo bisa ditempati Adun lebih memilih tidur di gedung MWCNU bersama pengurus IPNU yang lain, menjadi 'Anak Gedung NU'.


Pilihan Ferry memasang Adun menjadi koordinator bidang Wirausaha dan ekonomi ternyata tidak salah. Terbukti Adun muda memiliki insting bisnis dan mental baja. ia bisa menjual barang apa saja yang dianggap laku. Ramadhan kemarin Adun bahkan menawarkan lewat aplikasi WhatsApp (WA) kepada guru-gurunya di MANU 10 untuk membeli kobis (kul) yang dibeli dari desanya. Tak pelak gurunya kemudian rame-rame mengisi list pemesanan kobis padanya. Pada waktu lain ia menawarkan kopi pada orang-orang yang dipandang penikmat kopi.


Anak pasangan Maniso dan Biati ini disamping punya hobi menyanyi juga punya kemampuan menjadi qari dalam kegiatan komisariat IPNU-IPPNU MA NU 10 Sukorejo maupun PAC IPNU-IPPNU Sukorejo. Di usianya yang masih berproses dalam pencarian jati dirinya, Ngahadun sudah mempunyai motto dalam hidupnya. 'Jadilah diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain'.


Dari sentuhan dingin Ngahadunlah Lapak Berjuta IPNU-IPPNU Sukorejo di mulai yang memang insting bisnisnya sudah terasah. Semoga potensinya terus berkembang dan tidak menutup kemungkinan menjadi alternatif jalan hidupnya.


Kontributor: Fahroji

Editor: M Ngisom Al-Barony

// centerMode:true,