Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

PBNU: Tolong Pemerintah Perhatikan Pesantren dalam Program Vaksinasi

PBNU: Tolong Pemerintah Perhatikan Pesantren dalam Program Vaksinasi
Wapres Kiai Ma'ruf Amin saat divaksin (Foto: Ilustrasi/NU Online)
Wapres Kiai Ma'ruf Amin saat divaksin (Foto: Ilustrasi/NU Online)

Jakarta, NU Online Jateng
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini meminta pemerintah memperhatikan pesantren dalam program vaksinasi. Ia menuturkan, sudah lebih dari 600 kiai dan nyai sepuh wafat selama masa pandemi Covid-19.    

 

"Kita harapkan sejak awal bahwa (pemerintah) bisa bangun kekebalan komunal di pesantren. Jadi di kalangan kiai, masyayikh, dan para santri kami harap juga diprioritaskan untuk divaksinasi sehingga bisa melindungi para kiai (dan nyai) sepuh. Melahirkan seorang ulama kan tidak mudah," tutur Helmy dalam sebuah tayangan galawicara di Kompas TV, Rabu (28/07/2021) malam.   

 

Secara terbuka, PBNU mengajak pemerintah untuk melakukan kolaborasi dalam penanganan pandemi Covid-19. Misalnya, soal penyediaan masker dan sosialisasi mengenai penerapan protokol kesehatan hingga ke tingkat desa. 

 

"Kemudian soal pembagian vitamin untuk masyarakat dan memaksimalkan vaksinasi yang masih banyak bolong-bolongnya kalau kita mau jujur. NU siap dengan jaringan yang ada sampai ke tingkat desa untuk menyukseskan ini. Ayo," ajak Helmy.   

 

Bahkan ia menyampaikan, jika pemerintah mengizinkan, para tenaga kesehatan di rumah sakit (RS) NU pun akan siap melakukan vaksinasi secara mandiri untuk mempercepat kekebalan komunal. Hal lain yang menjadi problem dan bisa dikerjasamakan pemerintah dengan NU adalah soal pengadaan ventilator.  

 

"Jadi ada banyak yang bisa kita kerjakan. Karena NU sendiri sejak awal kan sudah membagikan jutaan masker, ratusan ribu sembako kepada masyarakat. Satgas NU Peduli Covid-19 sudah melakukan banyak hal bagi kemanusiaan," tegas Helmy.   

 

Menurut Helmy, hal yang mesti dipikirkan pemerintah dan mungkin saja bisa dikerjasamakan dengan NU adalah soal mengantisipasi gelombang Covid-19 di luar Jawa dan Bali. Sejak dini berbagai persiapan mesti dilakukan sejak dini agar tidak terjadi berkurangnya keterisian tempat tidur di RS dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang penuh.    

 

"Jadi, mari kita antisipasi sejak awal. Ada dua cara untuk menghadapi Covid-19 ini. Pertama, yaitu ikhtiar lahiriah dengan membangun herd immunity melakukan vaksinasi. Kedua adalah ikhtiar batin. Mari kita sebagai masyarakat yang beragama, kita berdoa yang terbaik mudah-mudahan kita keluar dari pandemi ini," pungkasnya.    

 

Sumber: NU Online