Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Sunarto Putra Pemalang Jadi Imam Masjid di Uni Emirat Arab

Sunarto Putra Pemalang Jadi Imam Masjid di Uni Emirat Arab
Sunarto (kanan) jadi Imam Masjid di Uni Emirat Arab (UEA) (foto: timesindonesia.co.id)
Sunarto (kanan) jadi Imam Masjid di Uni Emirat Arab (UEA) (foto: timesindonesia.co.id)

Sunarto, seorang hafidz kelahiran Desa Tegal Melati, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang terpilih menjadi imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA). Pria berusia 31 tahun tersebut terpilih setelah bersaing dengan ratusan penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

 

Saat ini Sunarto berdomisili di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang dan menjadi guru Madrasah Aliyah (MA) Madrasatul Qur’an (MQ) Tebuireng Jombang.

 

Lulusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini bersyukur karena bisa terpilih serta dapat membanggakan kedua orang tuanya.

 

Dilansir dari detikcom, Sunarto mengikuti dua kali ujian di Kemayoran, Jakarta Pusat untuk lolos dalam tahapan seleksi tersebut. Ia mengikuti ujian tahap pertama yang melibatkan juri pilihan Kementerian Agama pada 2-4 Desember 2020.

 

Adapun tes kedua dinilai oleh 5 syekh atau ulama besar dari UEA pada 3-5 Maret 2021. “Tesnya meliputi hafalan Al-Qur’an, Fiqih ibadah, dan Bahasa Arab,” kata Sunarto.

 

Penghafal Al-Qur’an alumni MTs dan MAMQ Tebuireng ini terpilih menjadi 1 dari 27 hafidz yang akan diterbangkan ke UEA Juni ini. Sesuai surat dari Kedutaan Besar RI untuk UEA di Abu Dhabi nomor B-00166/Abu Dhabi/210414 tanggal 14 April 2021 tentang Hasil Seleksi Imam Asal Indonesia.

 

"Rencana Juni diberangkatkan semua 27 orang. Kalau sudah 4 bulan magang dan ditempatkan di masjid yang tetap, baru boleh menjemput keluarga,” ungkap Sunarto.

 

Suami dari Ittaqi Tafuzi (29) ini akan menjadi imam masjid untuk shalat lima waktu dan khutbah Jumat di UEA setidaknya selama tiga tahun. Namun, bapak satu anak ini belum mengetahui masjid yang bakal menjadi tempatnya bertugas nanti. Bisa saja dia ditempatkan di Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah, atau Umm al-Qaiwain.

 

“Bumi Allah SWT ini luas, saya ingin bisa merasakannya. Sehingga saya bisa menambah pengalaman, mengasah Bahasa Arab dan mudah-mudahan saya bisa sekolah lagi di sana,” jelasnya.

 

Ia berencana mengajak anak dan istrinya untuk tinggal di UEA. Karena pemerintah UEA sudah menyiapkan tempat tinggal, layanan kesehatan dan pendidikan untuk anaknya.

 

Hafal 30 juz Al-Qur'an jadi salah satu modal Sunarto (31) hingga terpilih imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA). Ia menghabiskan waktu 4 tahun di pesantren untuk menghafal semua ayat di kitab suci umat Islam tersebut.

 

Kecintaan Sunarto terhadap ilmu Agama Islam tertanam sejak kecil. Kedua orang tuanya, Sukirno (64) dan Widarsi (56) selalu membimbingnya beribadah. Menginjak kelas 2 SD, almarhum pamannya, Imron mengajarinya membaca Al-Qur'an.

 

Tak pelak saat tamat sekolah dasar, pria kelahiran Pemalang 16 November 1989 ini mempunyai niat kuat untuk belajar di pesantren. Kala itu, almarhum Imron mengarahkan untuk belajar di Madrasatul Qur'an (MQ) Tebuireng, Kecamatan Diwek, Jombang.

 

"Keinginan saya setelah lulus SD bisa belajar hidup mandiri dan belajar ilmu agama. Saat itu belum ada bayangan menghafal Al-Qur'an. Begitu masuk ke MQ Tebuireng, ternyata semuanya menghafal Al-Qur'an," kata Sunarto.

 

Kini, memelihara hafalan Al-Qur'an menjadi tantangan Sunarto. Suami Ittaqi Tafuzi (29) ini mempunyai beberapa metode agar tak satu pun ayat kitab suci luntur dari ingatannya.

 

Salah satunya dengan rajin mengikuti lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) dan Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ). Oleh sebab itu, sejumlah prestasi tingkat provinsi hingga nasional ia raih sejak 2006 sampai 2011.

 

"Juga saya pakai untuk shalat. Momen Ramadhan ini tepat untuk memakai hafalan Al-Qur'an saat shalat tarawih. Tujuannya memasukkan hafalan ke alam bawah sadar. Contohnya Surat Alfatihah yang tak bisa kita lupakan karena selalu dibaca saat salat," jelasnya.

 

Hafal Al-Qur'an menjadi salah satu modal Sunarto mengikuti seleksi imam masjid di UEA. Guru madrasah aliyah dan dan instruktur tahfidz di MQ Tebuireng ini menjadi 1 dari 27 hafiz asal Indonesia yang akan dikirim ke negara kaya minyak tersebut Juni ini.

 

Editor: M Ngisom Al-Barony

// centerMode:true,