Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Wakil Rais PWNU Jateng: Santri Harus Miliki Kesehatan Jasmani Rohani

Wakil Rais PWNU Jateng: Santri Harus Miliki Kesehatan Jasmani Rohani
Wakil Rais PWNU jateng, KH Hadlor Ihsan (Foto: NU Online Jateng/Fahrizal)
Wakil Rais PWNU jateng, KH Hadlor Ihsan (Foto: NU Online Jateng/Fahrizal)

Semarang, NU Online Jateng
Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ahmad Hadlor Ihsan menyatakan, santri harus memiliki kesehatan secara mental dan kesehatan jasmani. Karena di zaman ini makin banyak orang yang sehat secara jasmani akan tetapi masih belum sadar kalau dirinya itu ada yang salah.

 

“Ada metodologi penelitian yang sudah lama yang cukup unik di dalam  pesantren. Karena di dalam pondok ketika kiai menerangkan tidak menggunakan metodologi yang jelas. Banyak metodologi yang aneh dalam pesantren akan tetapi sangat banyak yang menjadi orang sukses ketika lulus dalam pesantren tersebut," ujarnya.

 

Hal itu disampaikan Kiai Hadlor Ihsan pada acara milad dibarengkan dengan acara haflah akhirussanah Pesantren Darul Falah Besongo, Ngaliyan, Kota Semarang pada Ahad (6/6). 

 

Menurutnya, kesuksesan santri bisa diraih karena ada yang membedakan antara pesantren dengan instansi pendidikan lainnya yaitu hal yang menonjol  berupa ikhlas yakni kiainya ikhlas, santri juga ikhlas, dan orang tua yang ridha.

 

“Ditolong dengan diberi pengajaran agar terbuka hati dan pikirannya, jiwa dan raganya lalu mendapatkan ilmu yang indah dalam setiap tindakannya dan berperilaku bijak dalam menetapkan suatu keputusan,” terangnya.

 

Di pesantren lanjutnya, yang lebih diutamakan adalah akhlak. Akhlak lebih dari segala apapun bahkan orang sepintar apapun jikalau tak meempuyai akhlak itu sama saja tidak berguna. 

 

"Allah SWT dalam memuji rasulullah pun yang diuji bukanlah strategi perang dan kesabaran, melainkan ialah akhlak,” tutur Kiai Hadlor yang juga Pengasuh Pesantren Al-Islah Mangkang, Kota Semarang.

 

Disampaikan, jikalau tiada akhlak akan datang banyak permusuhan dan itu menunjukkan bahwa pentingnya memiliki akhlak. Rasulullah pun diutus ke bumi ini hanya karena untuk menyempurnakan akhlak umatnya.

 

Sebelum menutup tausiahnya, beliau menjelaskan bahwa pesantren itu memadukan antara akal dan hati. Hal itu bisa diperhatikan lewat lagu bangunlah jiwanya bangunlah badannya yang bersifat patriotik dan juga berbau sufistik bahkan jiwa lebih dikedepankan dibanding badan.

 

Milad yang diadakan Pesantren Darul Falah bBsongo memberikan suatu konsep yang dari dulu belum terlaksana dari beberapa generasi. Rangkaian rangkaian dari kegiatan milad di antara ialah nariyahan, khataman akbar, dan simaan bil ghaib 30 juz.

 

Kontributor: Fahrizal Taufiq Mustofa
Editor: M Ngisom Al-Barony
 

// centerMode:true,