Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Rais NU Jatinegara Tegal Beberkan Pentingnya Anak Saleh

Rais NU Jatinegara Tegal Beberkan Pentingnya Anak Saleh
Rais MWCNU jatinegara, Kabupaten Tegal Kiai Tasrifin Salim (duduk di kursi) (Foto: NU Online Jateng/Tahmid)
Rais MWCNU jatinegara, Kabupaten Tegal Kiai Tasrifin Salim (duduk di kursi) (Foto: NU Online Jateng/Tahmid)

Tegal, NU Online Jateng
Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jatinegara, Kabupaten Tegal Kiai Muhammad Tasrifin Salim mengatakan, kunci kepatuhan kepada Allah dan Rasulullah bukan pada harta atau jabatan, tetapi nilai ketakwaan dalam agama.

 

"Sebagai inti kepatuhan kepada Allah SWT dan Nabi Muhmmad SAW,  itu pada anak yang saleh," ujarnya. 

 

Hal itu disampaikan Kiai Muhammad Tasrifin Salim pada taushiyahnya dalam acara tasyakuran walimatul khitan ananda Jabir Bumi Nusantoro putra dari bapak Eko Wahyudi dan Ma'adah alamat RT 23 RW 03 Desa Penyalahan, Kecamatan Jatinegara, Selasa (1/6) pekan lalu.

 

Dijelaskan, anak saleh itu jihad, anak saleh melakukan sunat menghilangkan najis. Ada macam najis mukhafafah najis ringan 'diciprati' pakai air najis mutawasitah najis, tengah-tengah dibasuh air yang mengalir itu sah. najis mughaladah, najis dari asu (anjing) dan celeng, harus 7 x salah satunya dengan debu. 

 

"Anak soleh itu patuh dengan Gusti Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, kepatuhan atas ajarannya. Ada juga orang saleh hak-hak bangsa menungsa tatanannya rasa dengan benar. Anak saleh begitu, kemudian orang saleh, orang saleh itu apa? orang saleh salah satunya menjaga perasaan, hal ini diatur dalam fiqih," jelas Pengasuh Pesantren Al-Adalah Padasari Kecamatan Jatinegara. 

 

Kepada NU Online Jateng, Rabu (9/6) Kiai Tasrifin menyampaikan, orang saleh menjaga perasaan, misal ada orang makan pete hukumnya makruh, tergantung illat, di arab ga ada pete illate makruh karena bau karena makan dengan orang yang tak suka pete, tapi bisa tidak makruh makan pete bersama sama sehingga tidak merugikan orang lain. 

 

"Orang soleh itu intinya menjaga perasaan lainnya. Contoh lain, ada orang baca Al-Qur'an yang dekatnya sedang tidur, maka hukumnya haram," terangnya. 

 

Terkait tasyakuran sunat Jabir Bumi Nusantoro, agar kelak jadi anak saleh. Ada di antaranya, pertama doa orang tua dan kedua rizki yang halal. 

 

Kontributor: Eko Wahyudi, Tahmid
Editor: M Ngisom Al-Barony

// centerMode:true,