Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Orang Miskin Tak Perlu Kawatir Nggak Bisa Berangkat Haji dan Umrah 

Orang Miskin Tak Perlu Kawatir Nggak Bisa Berangkat Haji dan Umrah 
Rais PBNU Gus Baha
Rais PBNU Gus Baha

Fenomena di zaman akhir itu begini. Malaikat di zaman akhir seumpama di posisi manusia pasti bingung, untung malaikat bukan manusia jadi tidak perlu bingung.

 

(Sebagian) artis-artis yang mampu umrah itu berkahnya pornografi, punya uang banyak. Misalnya, Malaikat disuruh menulis, apakah malaikat bisa mikir? umrahnya bagus, tapi uangnya dari pornografi. Sehingga umrah dari barakah pornografi.

 

Untung Malaikat tidak bisa mikir, akhirnya yang ditulis 'Bangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya'.

 

Makanya sebodoh-bodoh orang Islam kalau sudah melarat (miskin) tapi ingin umrah dan haji. Harusnya kalau kita sudah menutup aurat seperti pakaian muslim, misalnya sebagai muslimah yang menutupi aurat sebaiknya bersyukur kepada Allah karena saat itu dia sedang menjalankan perintah Allah yaitu menutupi aurat.

 

Dia tidak usah mengeluh kalau ditakdir tidak bisa haji dan umrah. Sebab menutupi aurat itu salah satu bagian paling urgen (penting) dari syariat Islam. Harusnya dia bersyukur tidak usah mengeluh.

 

"Itu artis-artis fasik diberi umrah, kok aku orang sholeh tidak diberi umrah. Bodoh kalau ada orang (berpikir) seperti itu. Dia harus syukur!"

 

Dengan statusnya yang miskin, dari awal dia tidak pernah wajib (haji dan umrah). Sesuatu yang tidak wajib baginya kok diinginkan. Paham nggeh?

 

Dengan status dalam kotak (tabungan) hanya 5.000 dan beras setengah kilogram itu sudah tidak wajib (untuk haji dan umrah). Ibadahnya cukup sabar dan menutupi aurat itu dilanjutkan.

 

Bukan kok malah tidak kepingin menutupi aurat, akhirnya menjadi artis pornografi. Akhirnya dari nama Islam menjadi nama (panggung) yang bukan Islam. Banyak lho artis-artis namanya Islam semua, tapi karena tidak laku-laku sehingga menggunakan nama yang bukan Islam. Supaya kelihatan sehingga kadang pergi umrah.

 

Kamu tidak usah mikir itu hukumnya bagaimana? Kamu bukan Tuhan kok mikir hukumnya. Biar Allah yang menghukumi, kamu tidak usah ikut-ikut. (*)

// centerMode:true,