Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Ansor Tegal Berikan Bantuan ke Pedagang Kecil Terdampak PPKM Darurat di Slawi

Ansor Tegal Berikan Bantuan ke Pedagang Kecil Terdampak PPKM Darurat di Slawi
Ansor Kabupaten Tegal beri bantuan kepada PKL di Kota Slawi (Foto: NU Online Jateng/Nurkhasan)
Ansor Kabupaten Tegal beri bantuan kepada PKL di Kota Slawi (Foto: NU Online Jateng/Nurkhasan)

Tegal, NU Online Jateng
Sebagai bentuk kepedulian kepada Pedagang Kali Lima (PKL), Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal memberikan bantuan uang tunai Rp 1 juta kepada setiap PKL di Kota Slawi akibat pemberlakuan PPKM Darurat Jateng-Bali mulai 3-20 Juli 2021.  

 

Bantuan bagi PKL diberikan GP Ansor dengan mendatangi satu persatu PKL yang masih buka di Kota Slawi pada Kamis (8/7) sore. Diawali dari Taman Rakyat Slawi (Trasa), Alun-alun Hanggawana Slawi, dan sejumlah jalan yang ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

 

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tegal, Nurfanani mengatakan, pihaknya sangat menyadari bahwa PPKM Darurat berimbas kepada perekonomian masyarakat. Termasuk para PKL yang sepi pembeli akibat akses jalan menuju tempat dagangnya ditutup. 

 

"Sebagai bentuk kepedulian GP Ansor terhadap para PKL, kami memberikan bantuan uang untuk kehidupan selama pelaksanaan PPKM. Besar bantuan nilainya 1juta rupiah per PKL," ujarnya

 

Dalam kesempatan itu, GP Ansor tidak hanya membagikan uang, GP Ansor juga memberikan sosialisasi dan pemahaman akan pentingnya PPKM Darurat. Hampir semua PKL yang didatangi dan mendapatkan bantuan, bersedia menutup tempat dagangnya. 

 

"Kami juga mengimbau untuk tutup sementara selama PPKM. Patuhi aturan pemerintah,” himbaunya.

 

Saat ditanya jika PKL itu tetap berjualan, Nurfanani menegaskan bahwa pihaknya hanya sebatas mengimbau dan hanya aparat yang bisa menutup PKL. Jika mereka tetap berjualan, bukan menjadi tanggungjawabnya untuk menertibkan.

 

“Jika pemerintah akan menutup PKL, harusnya ada kompensasi. Jadi ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi,” ucap Nurfanani.

 

 

Nurfanani kepada NU Online Jateng Sabtu (10/7) menjelaskan, PC GP Ansor baru bisa membantu sekitar 51 pedagang. Sesuai dengan survai GP Ansor ada sekitar 3 ribu PKL di wilayah Kota Slawi yang terdampak program pemerintah tersebut.

 

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan kompensasi kepada PKL. Kami bisa memastikan sudah dipikirkan pemerintah,” ujarnya.

 

Menurutnya, anggaran Pemkab Tegal untuk penanganan Covid-19, sangat besar. Anggaran itu bisa digunakan untuk memberikan kompensasi bagi para PKL. Pemkab diminta tidak usah khawatir dengan proses administrasi, karena anggaran itu digunakan untuk kepentingan masyarakat.

 

“Tidak ada yang susah untuk penggunaan anggaran Covid. Kami GP Ansor siap backup karena ini untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. 

 

Turut mendampingi kegiatan yakni Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Akhmad Uwes Qoroni, Kasatkorcab Banser Mashadi Zaeni, Kepala MDS Rijalul Ansor Kiai Idris Salis, Wakil Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan Imam Kusaeri, Sekretaris M Abdul Basir, Bendahara H Rifan Fahmi dan sejumlah pengurus harian lainnya. 

 

Kontributor: Nurkhasan
Editor: M Ngisom Al-Barony