Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

NU Jateng Apresiasi MWC dan Ranting NU Inisiasi Istighotsah Kebangsaan

NU Jateng Apresiasi MWC dan Ranting NU Inisiasi Istighotsah Kebangsaan
Rais PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh (Foto: Dok NU Online Jateng)
Rais PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh (Foto: Dok NU Online Jateng)

Semarang, NU Online Jateng
Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengapresiasi prakarsa dan inisiasi para rais Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Ranting NU yang telah menggerakkan nahdliyin untuk berdoa secara berjamaah agar terhindar dari ancaman virus covid.

 

"Kami sampaikan ucapan terima kasih, khususnya kepada para Rais di MWC maupun Ranting NU se-Jateng yang dengan sigap dan sabar membimbing umat dalam menghadapi ancaman covid dan problem lain melalui kegiatan doa bersama, istighotsah, dan mujahadah," kata Kiai Ubaid di Semarang, Selasa (20/7).

 

Disampaikan, dari informasi dan laporan tentang aktivitas para rais dan kiai NU di akar rumput yang masuk ke PWNU Jateng menyebutkan, kian meluasnya sebaran covid varian delta berpotensi meningkatkan kegelisahan dan ketakutan masyarakat yang pada gilirannya melemahkan imunnya.

 

"Melihat kondisi itu, langkah para rais ranting dan MWCNU mengambil inisiatif lebih mengintensifkan agenda baca doa bersama untuk mengetuk pintu langit melalui istighotsah dan mujahadah agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dari berbagai gangguan merupakan langkah yang tepat," terangnya.

 

Dia menambahkan, selain para rais, para kiai pengasuh pesantren, dan majelis-majelis taklim juga melakukan hal yang  sama, sebagian ada yang secara khusus bermunajat kepada Allah.

 

"Fenomena ini membawa ketenangan dan menciptakan ketentraman hati masyarakat di tengah upaya keras secara lahir yang dilakukan masyarakat. Dengan berdoa, secara langsung akan meningkatkan keyakinan bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik," ucapnya.

 

"Kami tidak memberi arahan khusus kepada mereka, termasuk doa apa yang mesti dibaca, karena para rais ranting dan MWC serta para kiai NU di masyarakat sudah tahu atau lebih tahu doa-doa apa yang dibaca dalam menghadapi berbagai persoalan," sambungnya.

 

Wakil Katib PWNU Jateng KH Munif Abdul Muhit mengatakan, tidak adanya arahan resmi dari PWNU terkait kegiatan istighotsah karena agenda ini sudah menyatu dalam segala aktivitas para kiai NU di masyarakat, sehingga PWNU tidak perlu memformalkan.

 

"Istighotsah, mujahadah, munajat, atau sejenisnya sudah sangat biasa bagi kiai NU. Seperti yang sekarang ini sedang berlangsung dengan maraknya aktivitas doa mengetuk pintu langit untuk minta pertolongan berangkat dari kebutuhan dan hasrat yang mereka rasakan bukan instruksi organisasi," pungkasnya.

 

Penulis: Samsul huda
Editor: M Ngisom Al-Barony

// centerMode:true,