Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Puasa Bulan Syawal dan Lima Keutamaannya

Puasa Bulan Syawal dan Lima Keutamaannya
foto: ilustrasi (nu online)
foto: ilustrasi (nu online)

Umat Islam disunahkan kembali menjalankan puasa usai merayakan Idul Fitri selepas menjalani puasa sebulan penuh. Puasa ini dilakukan selama enam hari di dalam bulan Syawal. Idealnya puasa sunah Syawal enam hari itu dilakukan persis setelah hari Raya Idhul Fithri, yakni pada tanggal 2-7 Syawal. 


Meskipun demikian, bukan merupakan suatu masalah jika puasa tersebut dilaksanakan secara tidak berurutan di luar tanggal tersebut. Hal demikian ini tetap mendapat keutamaan puasa Syawal seakan puasa wajib setahun penuh, sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun”. 


Orang yang melaksanakan qadha puasa atau menunaikan nadzar puasanya di bulan Syawal juga tetap mendapat keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunah Syawal. Hal demikian ini diterangkan Syekh Ibrahim al-Baijuri dalam kitabnya, Hasyiyatul Baijuri ‘ala Syarhil Allamah Ibni Qasim Juz 1. 


Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya yang berjudul Lathâif al-Ma’ârif fîma li Mawâsim al-‘Am min al-Wadhâif menyampaikan ada lima keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal sebagai berikut. 


  1. Puasa sunnah Syawal sebagai penyempurna puasa Ramadhan. Hal ini sebagaimana shalat sunnah rawatib sebagai penyempurna shalat fardhu lima waktu.  
  2. Menyempurnakan pahala puasa menjadi pahala puasa setahun. Hal ini sebagaimana yang dijanjikan dalam hadits Rasulullah dalam kitab Shahih Muslim, “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti pahala berpuasa setahun.”
  3. Membiasakan puasa setelah selesainya puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya puasa Ramadhan umat Islam. Sebab, sesungguhnya Allah SWT apabila menerima amal kebaikan seseorang, akan menganugerahi ia untuk berbuat kebaikan setelah itu. 
  4. Puasa sunah Syawal sebagai tanda syukur umat Islam kepada Allah SWT. Sebab, pelaksanaan puasa sunnah di bulan syawal merupakan tanda syukur kepada Allah SWT atas anugerah yang melimpah di bulan Ramadhan berupa puasa, qiyamul lail (shalat malam), zakat dan lain-lain. 
  5. Ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan tidak terputus. Menjalankan ibadah puasa enam hari di bulan Syawal menunjukkan bahwa ibadah yang dijalankan selama bulan Ramadhan tidak berhenti meski bulan suci itu telah berlalu. Ibadah-ibadah yang dijalankan selama bulan Ramadhan hendaknya memang tetap dipertahankan. 


Sumber: NU Online