Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Ma'rifatun Maghfiroh, Tempa Diri Lewat Organisasi

Ma'rifatun Maghfiroh, Tempa Diri Lewat Organisasi
Ma'rifatun Maghfiroh aktivis IPPNU Jateng (Foto: NU Online Jateng/Fahroji)
Ma'rifatun Maghfiroh aktivis IPPNU Jateng (Foto: NU Online Jateng/Fahroji)

Kegiatan pembekalan siswa kelas XII siswa Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU)  10 Sukorejo, Kendal yang digelar Senin-Selasa (24-25/5) sudah berakhir dengan sukses. Di antara narasumber yang diundang adalah alumni MANU 10 Sukorejo Kendal Ma'rifatun Maghfiroh untuk mengisi sesi Ke IPNU-IPPNUan.


Firoh demikian akrab disapa, dihadirkan di almamaternya tentu bukan tanpa alasan. Saat ini Firoh adalah salah satu pengurus Lembaga Komunikasi Perguruan Tinggi (LKPT) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jateng. 


Kehadiran Firoh di MANU 10 Sukorejo di samping mengisi materi, pada sisi yang lain diharapkan dapat menginpirasi dan memberikan suntikan energi bagi adik-adik angkatanya dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi maupun mencontoh bagaimana Firoh mendedikasikan dirinya untuk organisasi IPPNU.


Dengan bekal banyaknya pelatihan yang diikuti di antaranya Pelatihan Dasar Kepemimpinan (PKD) dan Training of Trainer di PAC IPNU IPPNU Sukorejo, Table Mainer Course dan Pelatihan Jurnalistik di BEM Universitas Wahid Hasyim, dan Pelatihan Fasilitator di PC IPNU-IPPNU Kendal tentu saja tugas mengisi materi yang diberikan padanya tidak menjadi masalah yang berarti untuk melaksanakannya.


Lajang penyuka membaca dan traveling ini lahir pada 26 Febuari 1996 tinggal di Dusun Getas Ngisor RT 1/5 Desa Trimulyo Sukorejo Kendal. Pendidikannya ditempuh semuanya di lembaga pendidikan milik NU, dimulai dari MINU 45 Trimulyo Sukorejo lulus tahun 2008, dilanjutkan MTsNU 13 Arrahmat Sukorejo lulus tahun 2011, dan MANU 10 Sukorejo lulus 2014. 


"Saya memang suka membaca untuk mengisi waktu senggang. Dengan banyak membaca saya dapat mengetahui banyak hal khususnya untuk meningkatkan kapasitas diri," ujarnya di sela-sela mengisi acara di MANU 10 Sukorejo.


Kuliahnya ditempuh di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melalui program bidik misi di Fakultas Hubungan Internasional. Firoh berhasil lulus dari Unwahas pada tahun 2019 dengan IPK 3.4 dan berhak menyandang gelar SHub. Intra karier organisasi di IPPNU dimulai ketika tanggal 16 Mei 2016 digelar Konferensi Bersama MWCNU, Fatayat, IPNU-IPPNU Sukorejo Di MTsNU 13 Arrahmat Sukorejo.  


Dalam Konferensi bersama itu Firoh terpilih sebagai Ketua PAC IPPNU Sukorejo 2016-2018. Saat menerima amanah Ketua PAC IPPNU Sukorejo Firoh sudah menyandang predikat sebagai mahasiswa Unwahas sehingga ia harus bolak-balik Semarang-Sukorejo Kendal untuk memastikan keberlangsungan kuliahnya dan perjalanan PAC IPPNU Sukorejo. 


Dari sini terlihat Firoh adalah sosok yang ulet, pejuang tangguh, dan tahan banting. Apalagi sampai saat ini belum ada mantan Ketua PAC IPNU maupun IPPNU  Sukorejo dari golongan yang mendapat sebutan 'Gus' atau 'Ning' termasuk Firoh. Itu artinya untuk dapat mengibarkan bendera mereka harus mempu mengenalkan dirinya bukan membawa nama besar 'Abah' atau 'Umi'.  


Dua tahun menjabat Ketua PAC IPPNU Sukorejo menjadikan dirinya dikenal oleh banyak kalangan termasuk di level pimpinan cabang IPPNU Kendal. Oleh Nirma Aini Masfufah yang waktu itu menjabat ketua PC IPPNU Kendal, Firoh kemudian diakomodasi menjadi bagian dari pengurus harian PC IPPNU Kendal yang merupakan representasi wilayah Kendal Selatan. 


Ketika Konferwil IPPNU Jateng di Brangsong Kendal 2019 tuan rumah Nirma Aini Masfufah terpilih menjadi Ketua PW IPPNU Jateng, Nirma yang mengetahui kemampuan Firoh sejak menjabat Ketua PAC IPPNU Sukorejo kemudian mengajaknya hijrah ke Semarang menjadi bagian dari PW IPPNU Jawa Tengah.  Selamat berjuang Firoh semoga jalan sukses selalu menyertaimu.


Kontributor: Fahroji

Editor: M Ngisom Al-Barony

// centerMode:true,