Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Prof BJ Habibie Tokoh Sangat Luar Biasa dalam Saintek

Prof BJ Habibie Tokoh Sangat Luar Biasa dalam Saintek
Prof BJ Habibie (nu online)
Prof BJ Habibie (nu online)

Berlin-Jerman, NU Online Jateng
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman menggelar Ngaji Kebangsaan memperingati dua tahun wafatnya Presiden RI ketiga almarhum Prof  Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie beberapa waktu lalu.

 

Ketua PCINU Jerman Muhammad Rodlin Billah mengatakan  ngaji kebangsaan yang diselenggarakan secara virtual ini mengangkat tema 'Memajukan Saintek dan Merawat Cinta' diikuti para diaspora Indonesia yang bekerja dalam bidang sains dan teknologi (saintek), kedutaan besar Republik Indonesia di Jerman, dan masyarakat di Indonesia.

 

Acara diawali dengan doa bersama untuk Almarhum BJ Habibe, dilanjutkan dengan pemaparan narasumber dan diskusi. Nara sumbernya  Wakil Rais PCINU Jerman Wahyu Wijaya Hadiwikarta, Ilham Akbar Habibie putera Habibie, Prof Hendro Wicaksono diaspora Indonesia yang menjadi Professor of Industrial Engineering di Jacobs University Bremen Jerman dan dipandu oleh Sri Astuti Peneliti BRIN/Doctoral Student Tropical Forestry, TU Dresden Jerman.

 

Menurut Muhammad Rodlin Billah, tema tersebut diangkat atas dasar kondisi kebangsaan di tengah globalisasi di mana almarhum Presiden BJ Habibie adalah figur yang memiliki rekam jejak luar biasa dalam pengembangan sains dan teknologi (saintek). 

 

"Nasionalisme dan semangat beliau untuk membangun Indonesia dengan memajukan saintek adalah inspirasi sekaligus cita-cita yang perlu untuk diteladani dan dilanjutkan," ujarnya kepada NU Online Jateng, Selasa (14/9). 

 

Pada saat yang sama lanjutnya, Prof Habibie adalah figur yang mampu menciptakan harmoni dan cinta yang mendalam bagi keluarga. Nilai-nilai kemanusiaan, kekeluargaan, dan romantisme atas dasar cinta menjadi kompas bagi generasi muda untuk menggapai cita-cita.

 

Presiden RI ke-3 Prof BJ Habibie (nu online)

 

Ilham Akbar Habibie mengatakan, Indonesia perlu meningkatkan ‘status literasi teknologi’ sebagai cara untuk mendorong kemajuan ekonomi menjadi negara maju sekaligus menghindar dari ‘middle income trap’. 

 

"Literasi teknologi adalah kemampuan memahami teknologi dan mengaplikasikannya secara tepat guna. Teknologi harus dicintai bukan ditakuti. Kecintaan terhadap teknologi akan menumbuhkan semangat sekaligus daya juang untuk berinovasi," tuturnya.

 

Menurutnya, hal ini terefleksikan dari almarhum BJ Habibie, kecintaan almarhum terhadap teknologi telah membawanya menciptakan berbagai teori-teori dalam bidang aerodinamika yang masih relevan hingga saat ini. 

 

"Kecintaannya telah menumbuhkan semangat dan daya juang ketika belajar dan berkarir di Jerman meski dengan berbagai tantangan (finansial, kesehatan, cuaca). Pada saat yang sama kecintaan dan keimanan yang tertinggi terhadap Tuhan Sang Pencipta harus terus dipupuk," terangnya. 

 

Tanpa iman dan teknologi ujarnya, akan membawa manusia dalam bahaya. Sedangkan tanpa teknologi, manusia menjadi tidak berdaya. Laksana sayap pesawat keduanya menciptakan keseimbangan.

 

Wakil Rais PCINU Jerman Wahyu Wijaya Hadiwikarta menggambarkan pondasi pengembangan teknologi dan jejaring sudah dilakukan oleh PCINU Jerman sebagai cara untuk meneladani dan melanjutkan perjuangan Presiden BJ Habibie. 

 

Disampaikan, pondasi pengembangan teknologi itu diantaranya dilakukan melalui Green Indonesia sebagai inisiatif yang dibangun untuk mengembangkan green project dan carbon trading lewat platform teknologi IT, berkolaborasi dengan lembaga standarisasi di Eropa, serta sebagai layanan consulting di Indonesia (www.green-indonesia.com). 

 

"Demikian halnya melalui e-commerce (https://nusantara-markt.com/) untuk mendorong ekspor-impor sekaligus meningkatkan kualitas produk UMKM dan pesantren Indonesia sehingga memenuhi kelayakan untuk diperdagangkan di kawasan Eropa," pungkasnya.

 

Penulis: Samsul Huda
Editor: M Ngisom Al-Barony