Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Agama Jadikan Kehidupan Manusia Lebih Baik

Agama Jadikan Kehidupan Manusia Lebih Baik
UIN Walisongo Semarang (foto: ilustrasi/istimewa)
UIN Walisongo Semarang (foto: ilustrasi/istimewa)

Semarang, NU Online Jateng
Ustadz Iik Burhanuddin mengatakan, agama menjadi kunci utama untuk membentuk karakter seseorang hidup di dunia menjadi lebih baik. Karena agama bisa menjadi kontrol dalam mengarungi kehidupan sehari-hari.

 

“Peran agama sangatlah membantu karakter seseorang atau insan di dunia ini untuk menjadi lebih baik. Di mana dalam suatu kehidupan banyak kesulitan dan doktrin buat kita sendiri," ujarnya.

 

Hal itu ditegaskan saat mengisi webinar parenting yang dihelat mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dengan tema 'Relasi Agama dan Kesehatan' yang dilaksanakan pada Senin (12/7).

 

Ustadz Burhanuddin juga mengutip surat al-Isro ayat 1 yang menjelaskan perjalanan Nabi. "Dalam surah al-Isro menjelaskan adanya perjalanan Nabi dengan menyinggung keadaan fisik/emosional yang dimiliki saat itu akan mempengaruhi jiwa dan kehidupan yang dijalankan saat itu juga," terangnya.

 

Di penghujung acara, dirinya menyampaikan adanya motivasi dari buku yang dibaca yaitu karya dari seorang motivator asal Amerika Serikat 'Mel Robbins'. Manusia hanya butuh 5 detik untuk mencapai tujuan mimpinya untuk dijadikan sebagai dorongan.

 

Dikatakan, apabila manusia ingin melakukan segala sesuatu pakailah metode 5 detik sebagai suatu dorongan untuk sesegera melakukan kegiatan.   Jangan menunggu waktu terbaik, tetapi jadikan hari ini sebagai waktu yang kamu tunggu.

 

"Yang bisa mengontrol tindakan manusia adalah manusia itu sendiri, bukan orang lain," ucapnya.

 

Acara yang dilaksanakan secara virtual melalui Google Meet diikuti oleh puluhan peserta. Dalam pengantarnya Izaz Fahmi Azhar menyebutkan, pandemi Covid-19 masih melekat di dunia dan masyarakat, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk tetap mengabdi di tengah pandemi.

 

"Terlebih mengabdi dan mengedukasi pemuda millenial dalam pembentukan karakter dan kesehatan mental yang harus selalu stabil di masa pandemi," pungkasnya.

 

Kontributor: Sustania Via Lintas Sari
Editor: M Ngisom Al-Barony

// centerMode:true,