Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Pasien Ruqyah Diminta Jalankan Pola Hidup Sehat

Pasien Ruqyah Diminta Jalankan Pola Hidup Sehat
Pengurus JRA Jateng saat silaturahim ke Pembina JRA KH Baidlowi Misbah (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)
Pengurus JRA Jateng saat silaturahim ke Pembina JRA KH Baidlowi Misbah (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)

Semarang, NU Online Jateng
Pimpinan Wilayah (PW) Jamiyah Ruqyah Ahlussunah wal Jamaah (JRA) Jawa Tengah meminta kepada peruqyah agar mengingatkan pasien covid maupun non covid yang berobat melalui ruqyah aswaja selalu melaksanakan pola hidup sehat sebagai wujud upaya untuk terbebas dari berbagai gangguan hidupnya.

 

Ketua PW JRA Jateng KH Ali Shodiqun mengatakan, seiring dengan melonjaknya penderita akibat gangguan covid, para peruqyah juga kebanjiran masyarakat yang ingin lepas dari gangguan virus yang telah menelan banyak korban itu.

 

"Pasien covid maupun non covid yang diupayakan terbebas dari gangguan melalui bimbingan doa hendaknya juga dipesan untuk menjalankan pola hidup sehat sebagai salah satu ikhtiar yang dilakukan agar terbebas dari berbagai gangguan," kata Kiai Shodiqun di Semarang, Senin (5/7)

 

Pesan dan harapan itu disampaikan Pembina JRA Jateng KH Baidlowi Misbah saat rombongan pengurus JRA Jateng sowan di ndalemnya, komplek Pesantren Al-Hidayat Krasak, Guntur, Demak, Sabtu (3/7).

 

"Gus Dlowi juga mengingatkan agar para peruqyah JRA selalu memelihara marwah dan kehormatan NU dalam menjalankan aktivitas pelayanannya, hindari komersialisasi, dan teladani para kiai NU terdahulu yang memilikj keahlian ruqyah atau suwuk," ujarnya.

 

Baca juga:

 

Dia menambahkan, dulu dengan kemampuan suwuk para kiai dapat mengideologisasi NU di masyarakat, sehingga jamaah NU kian meluas di masyarakat. "Jadi sejatinya, para kiai suwuk atau peruqyah adalah wajah terdepan NU di masyarakat," ungkapnya.

 

Karena itulah ujarnya, para peruqyah harus hati-hati dan serius dalam menjaga kehormatan jamiyah dan ulama-ulama terdahulu yang telah membesarkan NU melalui jasa layanan ruqyah atau suwuk yang dijalankannya dengan ikhlas.

 

Dikatakan, kian massifnya masyarakat untuk memilih upaya ruqyah sebagai alternatif penyembuhan dari berbagai gangguan harus direspons positif anggota JRA.  "Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat tentang ruqyah aswaja yang berbeda dengan ruqyah yang dikembangkan pihak lain," tegasnya.

 

Disampaikan, para peruqyah anggota JRA selain menggunakan Al-Qur'an juga  doa-doa rotib dan khizib dari para ulama yang jelas sanad keilmuannya.  "Dalam berdoapun selalu berwasilah kepada nabi, sahabat, dan ulama. Sedangkan pihak lain tidak membolehkan wasilah dan tidak menggunakan bacaan rotib dan hizib," ujarnya.

 

Ketua PC JRA Demak KH Ahmad Anwar yang menyertai silaturahim rombongan  PW JRA Jateng ke Gus Dlowi mengatakan, untuk memelihara konsistensi peruqyah anggota JRA Demak agar selalu mengikuti garis perjuangan NU secara rutin diagendakan pembinaan.

 

"Setiap selapan (35 hari) sekali kami mengadakan silaturahim dengan menghadirkan kiai sepuh untuk memberikan taushiyah," pungkasnya.

 

Penulis: Samsul Huda
Editor: M Ngisom Al-Barony