Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Innalillahi, Rais MWCNU Sulang Rembang KH Abdulloh Karim Wafat

Innalillahi, Rais MWCNU Sulang Rembang KH Abdulloh Karim Wafat
Almarhum KH Abdulloh Karim (Foto: Istimewa)
Almarhum KH Abdulloh Karim (Foto: Istimewa)

Rembang, NU Online Jateng
Innalillahi waina ilaihi rojiun. Kabar duka datang dari warga NU di Kabupaten Rembang. Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sulang, KH Abdulloh Karim menghembuskan nafas terakhir pada Jumat Pon (11/6) dini hari pukul 00.20 WIB di RSI Arafah Rembang. 

 

Kabar duka tersebut membawa kesedihan bagi umat Islam umumnya dan khususnya bagi para santri. Selain sebagai pengurus NU, KH Abdulloh Karim adalah Penasehat Pesantren Alhamdulillah, Desa Kemadu, Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

 

Tokoh yang akrab di sapa Mbah Mukhoiri tersebut merupakan santri KH Ahmad Syahid Sholihun (Mbah Syahid) Kemadu. Almarhum yang asli Andongrejo, Blora mondok di pesantren Kiai Syahid sejak kecil hingga akhir hayat. Setelah Kiai Syahid wafat pada Jumat Pon, 3 September 2004 bertepatan 17 Rajab 1424 H, Kiai Mukhoiri dipercaya membantu Nyai Hj Nur Rohmah Syahid untuk nggulowentah santri.

 

Untuk menghindari banyaknya muaziyin baik dari kalangan santri, alumni maupun masyarakat umum yang ingin memberikan penghormatan terakhir sehingga berpotensi menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar, pemakaman dilakukan saat masih pagi buta dimakamkan di depan rumahnya di komplek Pondok Alhamdulillah Kemadu, Sulang pada Jumat (11/6) selepas Subuh.

 

Salah santri KH Abdulloh Karim, Kiai Nur Syahid kepada NU Online Jateng , mengatakan, Mbah Mukhoiri merupakan kiai yang nyantrinya sempurna karena syari'tnya, thariqahnya, dan khidmahnya pada pesantren. 

 

"Baik sebelum Mbah Yai Syahid kapundut, terlebih setelah kapundutnya beliau Syaikhina KH Syahid Sholihun," katanya.

 

Menurutnya, semua urusan pesantren dan lembaga yang bernaung pada Yayasan Alhamdulillah, tertumpu pada tanggung jawab Kiai Karim. Baik itu bidang pendidikan dan kesantrian pembangunan, semuanya tanggung jawab dipundaknya.

 

Pria yang menjabat Wakil Rais MWCNU Kecamatan Kaliori tersebut menambahkan "Mbah Abdulloh Karim, kiai yang mampu menyatukan dan merekatkan lintas santri, baik alumni atau baik santri yang sama sekali tidak pernah mondok di Kemadu Sulang," pungkasnya.

 

Kontributor: Moh Lilik Wijanarko
Editor: M Ngisom Al-Barony