Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Masjid Agung Jateng Bangun Rumah Sakit, Gus Mus: Untuk Kemanusiaan 

Masjid Agung Jateng Bangun Rumah Sakit, Gus Mus: Untuk Kemanusiaan 
Peletakan batu pertama tanda dimulainya pembanguna rumah sakit islam Masjid Agung Jateng di Komplek MAJT (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)
Peletakan batu pertama tanda dimulainya pembanguna rumah sakit islam Masjid Agung Jateng di Komplek MAJT (Foto: NU Online Jateng/Samsul Huda)

Semarang, NU Online Jateng
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KHA Mustofa Bisri (Gus Mus)  mengatakan, keinginan Masjid Agung Jawa Tengah membangun rumah sakit sebagai bentuk kepedulian untuk kemanusiaan. 

 

"Kalau kemanusiaan berarti di atas agama. Rumah sakit bukan hanya untuk orang Islam tetapi untuk semua umat beragama," kata Gus Mus saat menyampaikan taushiyah dalam upacara peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RSI MAJT) di Kota Semarang, Rabu (8/9).

 

Menurutnya, karena nilai kemanusiaan yang melekat pada lembaga rumah sakit maka kalau ada korban kecelakaan, apakah akan ditanya dulu agama sang korban apa, baru ditolong?

 

"Saat ini Tuhan juga memberi pelajaran kepada manusia dengan pandemi wabah kemanusiaan. Covid itu bukan wabah negara atau etnis. Manusia terlalu akrab dengan dunia tetapi membuat jarak dengan keluarga dan anak istri bahkan dengan Allah Sang Pencipta," tegasnya.

 

Ketua Badan Pengelola MAJT Prof KH  Noor Ahmad mengatakan, untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit yang berlokasi di Jalan Jolotundo  atau sebelah barat bangunan utama masjid ini, telah dialokasikan dana sebesar Rp62 miliar.

 

"Rumah sakit ini berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare Tanah Wakaf Banda Masjid Agung Kota Semarang. Untuk pengembangan telah disiapkan lahan seluas 6 hektar," ujarnya.

 

Menurutnya, pembangunan ini merupakan rencana lama MAJT namun baru sekarang mulai direalisasikan dan mendapat dukungan banyak pihak. "Alhamdulillah pendirian rumah sakit di komplek MAJT ini dapat dukungan dari berbagai pihak," terangnya.

 

Tokoh-tokoh masyarakat ujarnya, memandang fasilitas layanan kesehatan ini merupakan tuntutan kebutuhan yang harus dipenuhi  dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. 

 

 

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang juga Ketua PBNU Prof Muhammad Nuh mengatakan, hingga saat ini kebutuhan layanan kesehatan yang memadai belum cukup. Jumlah dokter di Indonesia per seribu penduduk Indonesia itu 0,4, sementara umumnya di Asia itu 1,2 per seribu penduduk.

 

"Jumlah tempat tidur rumah sakit di Indonesia 1,18 tempat tidur per seribu pendudukan, sementara di Asia 3,3 tempat tidur per seribu penduduk. Sungguh rumah sakit ini menjadi solusi untuk memberikan layanan kesehatan,” pungkasnya.

 

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Mustasyar PBNU KHA Mustofa Bisri, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang juga Ketua PBNU Prof Muhammad Nuh, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Prof KH Noor Achmad, Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

 

Penulis: Samsul Huda
Editor: M Ngisom Al-Barony