Home Warta Obituari Keislaman Opini Taushiyah Fragmen Madrasah Pesantren Tokoh Sosok Mitra Kiai NU Menjawab

Tertarik Gara-gara Dengar Lantunan Adzan

Tertarik Gara-gara Dengar Lantunan Adzan
Foto: Ilustrasi (nu online)
Foto: Ilustrasi (nu online)

Setiap kali mendengar lantunan suara adzan shalat yang dilanjutkan dengan pujian, nenek yang satu ini hatinya merasa tenteram lalu bergegas menuju ke masjid yang tidak jauh dari rumahnya.

 

Pada suatu hari, ketika si nenek sedang bercengkerama dengan cucu perempuannya yang baru saja diwisuda dokter, tiba-tiba lelaki bujang yang biasa adzan di masjid menabuh bedug lalu memgumandangkan adzan maghrib dan seperti biasa dilanjut dengan pujian.

 

Entah karena apa atau bisikan dari mana, si nenek itu bertanya kepada cucunya "Nak, aku seneng sekali setiap kali mendengar adzan dan pujian yang dilantunkan oleh lelaki muda itu, suaranya indah dan bacaannya bagus, kalau kamu saya jodohkan dengan lelaki iti mau apa tidak?, tanya si nenek. "Saya mau nek", jawab si cucu yang membuat neneknya terkejut.

 

Singkat cerita, cucu si nenek yang dokter itu dinikahkan dengan lelaki muda yang biasa adzan di masjid dengan kemeriahan. Ketika lelaki itu ditanya "Doa apa yang selalu dibaca sehingga mendapatkan seorang dokter?", jawabnya "itu semua adalah karunia Allah dan doa ibu saya untuk anak-anaknya".

 

Memang, doa orang tua terhadap anaknya, terlebih doa sang ibu adalah termasuk salah satu doa yang mustajabah.

 

Hadits nabi: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

 

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ : دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِه


Artinya :
Ada tiga doa yang mustajab tanpa diragukan lagi: [1] doa orang yang terzalimi [2] doa orang yang sedang safar [3] doa orang tua kepada anaknya. (HR At-Tirmidzi)

 

 

KH Ahmad Niam Syukri Masruri, Ketua Lembaga Kajian Informasi dan Dakwah (Elkid), Ketua PW GP Ansor Jateng 1995, dan Sekretaris RMINU Jateng

// centerMode:true,